
Kapan Waktu Terbaik untuk Berhubungan Seks? Ternyata Bukan Malam Hari (Foto: Freepik)
JAKARTA — Malam hari selama ini kerap dianggap sebagai waktu ideal untuk berhubungan seks. Namun, perubahan hormon sepanjang hari rupanya dapat memengaruhi energi, suasana hati, dan respons seksual seseorang. Karena itu, waktu terbaik untuk bercinta bisa saja bukan menjelang tidur.
Pakar Hormon nan juga pendiri Floliving, Alisa Vitti menyebut, rupanya pukul 15.00 adalah salah satu waktu nan dapat dipertimbangkan pasangan untuk berasosiasi seks, demikian dilansir dari laman The Healthy
Hormon Perempuan
Pada waktu tersebut, menurut Vitti, kadar kortisol pada wanita tetap cukup tinggi sehingga dapat membantu menjaga energi. Sementara itu, kadar testosteron laki-laki mulai menurun sehingga dinilai dapat membikin mereka lebih terhubung secara emosional dengan pasangan, demikian dilansir dari laman The Heathy.
Meski demikian, kondisi hormonal setiap orang berbeda. Karena itu, pasangan disarankan memperhatikan pola daya dan kondisi tubuh masing-masing untuk menemukan waktu nan paling nyaman.
Selain sore hari, pagi hingga menjelang siang juga disebut sebagai waktu nan potensial untuk aktivitas seksual. Kadar testosteron laki-laki condong lebih tinggi setelah tidur sehingga dapat meningkatkan antusiasme dan respons seksual.
Vitti menilai pemahaman terhadap perubahan hormon dapat membantu pasangan menentukan waktu nan lebih sesuai untuk berasosiasi seks.
Pada akhirnya, tidak ada satu waktu nan bertindak untuk semua pasangan. Faktor seperti tingkat energi, suasana hati, kesibukan, kualitas tidur, serta kenyamanan berbareng tetap menjadi pertimbangan utama untuk mendapatkan pengalaman seksual nan menyenangkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan buletin terbaru dan terpercaya seputar bumi perempuan. Dapatkan info terkini tentang style hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·