Seorang ibu dengan akun TikTok @afterjunne membagikan momen spesial saat akhirnya membujuk anaknya menonton di bioskop. Ia mengaku menunggu hingga 2,5 tahun agar bisa menikmati pengalaman pertama itu bersama. Bahkan mau memandang sang anak merasakan serunya menonton movie dan makan popcorn. Momen ini memang terasa hangat dan menggemaskan, tapi apakah usia tersebut sudah tepat?
Menurut Psikolog Klinis, Raden Mutiara Puspa Wijaya, M.Psi., Psikolog, usia 2,5 tahun sebenarnya belum ideal untuk menonton di bioskop. Bukan berfaedah sepenuhnya dilarang, namun ada beberapa aspek perkembangan anak nan perlu dipertimbangkan.
“Usia 2,5 tahun belum ideal untuk nonton di bioskop. Bukan dilarang total, tapi ada beberapa pertimbangan perkembangan nan penting,” ucap Mutiara kepada kumparanMOM, Kamis (16/4)
Salah satu aspek utama adalah kondisi lingkungan bioskop. Suara di dalam studio bisa sangat keras, apalagi melampaui 85 desibel, nan berpotensi membikin anak tidak nyaman.
“Layar besar dan gelap bisa membikin anak sensory over stimulasi,” ungkapnya.
Dampaknya, anak bisa menjadi sigap capek setelah menonton, rewel tanpa sebab, alias justru lebih aktif dari biasanya dalam beberapa waktu.
Tidak Ada Patokan Pasti, Perhatikan Kesiapan Anak
Setiap anak mempunyai perkembangan nan berbeda, sehingga tidak ada usia pasti nan menentukan kapan anak betul-betul siap diajak ke bioskop.
“Tanda anak siap, sebenarnya tidak ada secara spesifik lantaran setiap anak berbeda. nan jelas setiap movie pasti ada ketentuan usia dan ajak anak menonton di usia yg dianjurkan tersebut,” kata Mutiara.
Jika mau mengenalkan pengalaman menonton, pemilihan movie juga perlu diperhatikan. Serta perhatikan pula perihal berikut:
-Durasi pendek (≤ 60–90 menit)
-Alur sederhana dan lambat
-Minim segmen kejar-kejaran/konflik intens
-Visual tidak terlalu sigap berubah
-Suara tidak terlalu meledak-ledak
Mengajak anak ke bioskop bisa menjadi momen berharga, selama dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan anak ya, Moms.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·