
Kapan Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 Berlaku? (Foto: Bahlil/Setpres)
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan soal rencana pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pertalite untuk masyarakat di desil 9-10.
Menurut Bahlil, pembatasan penyaluran BBM bersubsidi pertalite untuk masyarakat di desil 9-10 menunggu validitas data.
“Itu (pembatasan pertalite) tetap dikaji. Karena apa? Kami mau subsidi itu kudu tepat sasaran. Nah, salah satu langkah untuk membikin tepat sasaran, info kami kudu valid,” ujar Bahlil ketika dijumpai setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.
Bahlil menyampaikan ketepatan info desil tersebut nan saat ini sedang diperiksa oleh pemerintah.
Dia berharap, melalui ketepatan info pembagian desil masyarakat, tujuan pemerintah agar penyaluran pertalite tepat sasaran dapat tercapai sesuai dengan nan telah direncanakan.
“Jangan sampai angan kami baik, tetapi rupanya dalam implementasinya, lantaran datanya tidak valid, membikin sesuatu nan tidak sesuai dengan angan kami,” ujar Bahlil.
Sekadar informasi, Pemerintah menganggarkan subsidi daya sebesar Rp210,1 triliun, alias sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 nan ditetapkan sebesar Rp318,9 triliun.
Sedangkan, andaikan digabung dengan kompensasi, maka anggaran nan digelontorkan oleh pemerintah untuk ketahanan daya sebesar Rp381,3 triliun.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·