Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Kanwil Kemenag Jateng) resmi menutup Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati sebagai akibat dari kasus pencabulan santriwati.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kemenag Jateng Moch Fatkhuronji. Ia bilang, keputusan ini diambil setelah pengasuh pondok berjulukan Asyhari alias Mbah Walid sudah ditetapkan tersangka pencabulan.
"Hari ini juga bakal muncul surat pemberhentian tanda daftar pesantren nan ada di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ndholo, Tlogosari, Tlogowungu, Pati," ujar Fatkhuronji di kantornya, Selasa (5/5).
Ia menyebut, jumlah santri di pondok tersebut mencapai 252 orang. Mereka dari tingkat Raudatul Atfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Madrasah Aliyah (MA).
"Sebanyak 48 orang berstatus yatim piatu sehingga gratis," sebut dia.
Ia memastikan meski ponpes telah ditutup ratusan santri tetap bakal mendapatkan kewenangan pendidikan. Santri nan sekolah umum mulai kelas I hingga V MI, dan X dan XI MA bakal dikembalikan ke orang tua dengan mengikuti pembelajaran daring.
Sementara itu, untuk siswa SMP bakal diurus oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pati.
"(Santri kelas akhir) tetap masuk lantaran sejenak lagi mau ujian akhir. Namun, tidak di madrasah alias di pondok pesantren itu. Anak-anak ditampung di rumah pembimbing kemudian pembelajaran tatap muka langsung," jelas dia.
Kemudian untuk guru, tenaga kependidikan dan mereka bakal dimutasi ke madrasah alias sekolah sekitar ponpes.
Berkaca dari kasus ini, pihaknya bakal meningkatkan pengawasan terhadap ponpes-ponpes di Jateng. Termasuk mendorong terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) Anti-Kekerasan Seksual di ponpes ponpes.
"Prinsipnya Kementerian Agama itu adalah menyelamatkan korban. Semuanya bakal didampingi. Kalau mengenai dengan perilakunya tentu abdi negara norma nan menentukan," tegas Fatkhuronji.
Terkait jumlah korban, dia menyebut baru 8 santriwati nan melaporkan dugaan kasus pencabulan tersebut ke polisi. Meski ada berita korban ustad cabul mencapai 50 santriwati.
"Jumlah nan baru melapor, kami terima delapan santriwati," kata Fatkhuronji.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·