
Kanker tetek pada pria. (Foto: NFCR)
KANKER payudara selama ini identik dengan penyakit nan menyerang perempuan. Namun, penyakit ini juga dapat dialami laki-laki, meskipun jumlah kasusnya jauh lebih sedikit.
Sejumlah aspek bisa jadi pemincunya. General Practitioner RS Sentra Medika Hospital Harapan Bunda, dr. Andi Sitti Tandina, dalam aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone menjelaskan, salah satu aspek nan berkedudukan dalam akibat kanker tetek pada laki-laki adalah hormon estrogen.
Meski kadarnya lebih rendah dibandingkan perempuan, laki-laki tetap mempunyai hormon tersebut. dr. Andi Sitti Tandina menjelaskan bahwa kondisi tertentu dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan meningkatkan akibat terjadinya penyakit tersebut.
“Faktor risikonya bisa berbeda. Laki-laki juga mempunyai hormon estrogen, tetapi kadarnya tidak setinggi perempuan. Ada beberapa penyakit alias kondisi tertentu nan dapat menyebabkan peningkatan kadar estrogen pada laki-laki,” ujar dr. Andi Sitti Tandina.
1. Kanker Payudara pada Pria Kurang dari 1 Persen
Kanker tetek pada laki-laki tergolong jarang terjadi. dr. Andi Sitti Tandina menjelaskan bahwa proporsi kasus kanker tetek nan dialami laki-laki kurang dari 1 persen.
Meski demikian, akibat penyakit ini tetap perlu diperhatikan. Laki-laki juga mempunyai jaringan tetek nan memungkinkan sel kanker berkembang.
Karena jumlah kasusnya relatif sedikit, kanker tetek pada laki-laki kerap kurang mendapat perhatian. Padahal, pemahaman mengenai aspek akibat dan indikasi awal dapat membantu mendorong pemeriksaan lebih dini.
“Berdasarkan penelitian, kasus kanker tetek pada laki-laki memang sangat jarang, ialah kurang dari 1 persen dari seluruh kasus kanker payudara. Namun, bukan berfaedah laki-laki sama sekali tidak berisiko mengalami penyakit ini,” ucap dr Andi Sitti Tandina.
2. Riwayat Keluarga Bisa Meningkatkan Risiko
Salah satu aspek akibat kanker tetek pada laki-laki adalah riwayat keluarga. Menurut dokter, seseorang dapat mempunyai akibat lebih tinggi andaikan terdapat personil family nan pernah mengalami kanker payudara.
Riwayat tersebut bisa berasal dari family pihak ibu maupun ayah. Risiko juga dapat diwariskan kepada anak laki-laki, bukan hanya anak perempuan.
“Kalau pada keluarga, misalnya family ada nan riwayat kanker payudara, mau ibu alias ayah, anaknya mau wanita mau laki-laki itu punya akibat untuk terjadinya kanker payudara,” jelasnya.
“Karena itu, riwayat kanker dalam family perlu menjadi perhatian. Terutama jika terdapat beberapa personil family nan pernah mengalami kanker tetek alias kanker mengenai aspek genetik,” lanjutnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·