Kanada vs Bosnia, Sergej Barbarez: Hasil Imbang sangat Realistis

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 Hasil Imbang sangat Realistis Pelatih Bosnia-Herzegovina Sergej Barbarez(nfsbih)

Pelatih Timnas Bosnia-Herzegovina, Sergej Barbarez, memberikan penilaian objektif setelah timnya ditahan seri oleh tuan rumah Kanada pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026. Barbarez menyebut skor satu sama merupakan hasil nan paling realistis bagi kedua tim.

Bertanding di Stadion BMO Field, Toronto, Sabtu (13/6) waktu setempat, Bosnia-Herzegovina sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol nan dicetak oleh Jovo Lukic pada babak pertama. Namun, kelebihan tersebut sirna setelah penyerang Kanada, Cyle Larin, menyamakan kedudukan pada menit ke-78.

"Kami kurang seimbang, tetapi secara keseluruhan saya pikir ini hasil nan paling realistis," ujar Barbarez sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.

Evaluasi Ketajaman dan Dominasi Lawan

Barbarez menyoroti efektivitas penyelesaian akhir anak asuhnya. Menurutnya, Sead Kolasinac dan kawan-kawan mempunyai kesempatan emas untuk menggandakan kelebihan dan mengunci kemenangan lebih awal. Namun, kegagalan memanfaatkan momentum membikin Kanada bisa bangkit dan mendikte permainan.

"Kami mempunyai kesempatan untuk unggul 2-0, tetapi kami juga nyaris kebobolan dua kali. Jadi, ini adalah hasil nan adil," tambah Barbarez.

Ia juga mengakui bahwa timnya sempat kehilangan inisiatif permainan, nan memberikan ruang bagi Kanada untuk tampil lebih garang di hadapan pendukungnya sendiri. Barbarez menilai jika timnya bisa tampil lebih klinis di depan gawang, mencuri tiga poin penuh bukanlah perihal nan mustahil.

Persiapan Menghadapi Swiss

Hasil seri ini menempatkan Timnas Bosnia-Herzegovina dalam posisi nan kompetitif di Grup B. Namun, tantangan berat sudah menanti di depan mata. Pada pertandingan kedua, Bosnia dijadwalkan menghadapi Swiss.

Laga krusial tersebut bakal digelar di Stadion SoFi, Inglewood, pada Kamis (18/6). Barbarez diharapkan bisa memperbaiki keseimbangan tim dan meningkatkan intensitas permainan guna menjaga kesempatan lolos ke fase gugur World Cup 2026. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia