Kalsel Siapkan Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pemprov Kalsel mitigasi tandus panjang untuk jaga produksi padi.

, BANJARBARU, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi tandus panjang pada 2026. Langkah ini bermaksud menjaga stabilitas produksi padi di atas 1 juta ton serta meminimalkan akibat penurunan hasil panen di wilayah sentra pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, di Banjarbaru, Selasa, menyatakan bahwa langkah mitigasi dilakukan dengan memperkuat prasarana sumber daya air. Ini termasuk penyediaan sumur pompa serta sistem pompanisasi untuk memastikan kesiapan air bagi lahan pertanian.

Pemerintah wilayah juga melakukan pengerukan sungai guna memperlancar pengedaran air ke areal persawahan serta menyiapkan pembangunan embung bekerja sama dengan sektor kehutanan sebagai persediaan air saat musim tandus berlangsung.

Syamsir menyebut bahwa pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan produksi padi tetap terjaga meski terjadi tandus panjang melalui penerapan strategi mitigasi nan tepat. Petani di Kalimantan Selatan telah terbiasa menghadapi kondisi tandus panjang dengan memanfaatkan metode lokal untuk menjaga kelembaban lahan dan mengoptimalkan sumber air nan tersedia.

Peralatan pompanisasi nan sebelumnya telah disalurkan pemerintah tetap dapat dimanfaatkan kembali oleh petani, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga produktivitas lahan. Syamsir juga menekankan pentingnya pencegahan kebakaran lahan dengan penggunaan perangkat panen modern seperti combine harvester nan bisa memotong hingga lapisan bawah tanaman sehingga tidak menyisakan bahan mudah terbakar.

Menurutnya, sisa batang tanaman nan tertinggal di lahan menjadi pemicu utama kebakaran saat musim kemarau, sehingga penggunaan teknologi panen modern menjadi bagian krusial dalam strategi pengendalian risiko. Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan support tambahan berupa support pompanisasi berkapasitas lebih besar untuk mempercepat pengedaran air ke lahan pertanian, khususnya di wilayah nan rentan terdampak kekeringan.

Wilayah prioritas penanganan meliputi sejumlah wilayah seperti Barito Kuala, Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar, termasuk area sentra hortikultura dan pertanian pangan nan mempunyai tingkat kerentanan tinggi terhadap akibat tandus panjang.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional