Kalsel Kembangkan Padi Apung di Lahan Rawa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kalsel Kembangkan Padi Apung di Lahan Rawa Ilustrasi(MI/Denny Susanto)

UPAYA peningkatan ketahanan pangan melalui penemuan budi daya padi apung di lahan rawa di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dinilai cukup berhasil. Produktivitas padi apung mencapai 6,5 ton per hektare.

"Inovasi kita melalui padi apung menunjukkan hasil menggembirakan. Pemanfaatan lahan rawa untuk padi apung bermaksud mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Selatan," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, Rabu (24/6).

Beberapa waktu lalu, pengembangan padi apung di Desa Margasari Hilir, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, menunjukkan keberhasilan dengan panen mencapai 6,5 ton per hektare. 

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa lahan rawa nan selama ini mempunyai beragam tantangan tetap dapat dioptimalkan sebagai sumber produksi pangan melalui penerapan teknologi dan pendampingan nan tepat," ujar Syamsir.

Padi apung adalah penemuan budi daya tanaman padi di atas media rakit apung (styrofoam) menggunakan pot alias wadah tanam, nan dirancang unik untuk beradaptasi dengan kondisi lahan rawa pasang surut. Sistem ini memungkinkan petani tetap menanam padi dan panen saat musim banjir alias genangan tinggi.

Meski belum secara massal, padi apung sekarang dikembangkan di area lahan rawa di sejumlah wilayah seperti Barito Kuala, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Tabalong. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Tapin, Zainal Abidin, berambisi keberhasilan panen tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (DY/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia