Jakarta -
Kakorlantas Polri Irjen Wibowo menegaskan mewujudkan keselamatan lampau lintas tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga semata. Menurutnya, dibutuhkan kerjasama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat itu sendiri.
Hal itu disampaikan Irjen Wibowo saat menghadiri aktivitas silaturahmi Kakorlantas Polri di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Dalam sambutannya, dia kembali menggaungkan semangat kerjasama nan selama ini dipegangnya, ialah 'semua lantaran kita'.
"Tidak ada keberhasilan lampau lintas itu lantaran satu orang, satu kementerian, alias satu instansi. Keberhasilan itu lantaran semua kementerian, semua stakeholder terkait, pemerintah daerah, termasuk masyarakat itu sendiri. Semua lantaran kita," kata Irjen Wibowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Irjen Wibowo, tantangan lampau lintas ke depan bakal semakin kompleks. Indonesia diproyeksikan memasuki bingkisan demografi hingga 2045 dengan jumlah masyarakat usia produktif nan terus meningkat. Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai rata-rata 5-6 persen setiap tahun, sementara penambahan prasarana jalan belum bisa mengimbanginya.
Ia mengatakan kondisi tersebut tetap diperberat dengan rendahnya budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Salah satu pelanggaran nan paling banyak dikeluhkan adalah perilaku pengendara nan melawan arus.
"Budaya tertib lampau lintas masyarakat kita juga tetap sangat kurang. nan paling terlihat dan menjadi keluh kesah masyarakat adalah musuh arus," ujarnya.
Selain itu, perkembangan teknologi dan tingginya mobilitas masyarakat juga menuntut pelayanan lampau lintas nan semakin efektif, efisien, mudah diakses, dan tetap menjamin keamanan bagi pengguna jalan.
Di hadapan jejeran Korlantas Polri dan para stakeholder, Irjen Wibowo juga menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya, Kakorlantas Polri periode 2025-2026 Irjen Agus Suryonugroho. Menurutnya, beragam program dan capaian nan telah dibangun menjadi fondasi krusial untuk menghadapi tantangan lampau lintas ke depan.
"Hal-hal nan sudah ditorehkan Kakak Asuh (Irjen Agus Suryonugroho) menjadi fondasi dan penyemangat bagi kami untuk melanjutkan tugas-tugas ke depan," tuturnya.
Sebagai langkah awal, Irjen Wibowo mengaku bakal segera melakukan pemetaan dan survei sejumlah jalur, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, sebagai persiapan menghadapi Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Operasi Ketupat.
Ia berambisi semangat semboyan 'semua lantaran kita' dapat terus menjadi landasan kerjasama seluruh pihak dalam meningkatkan keselamatan lampau lintas di Indonesia.
"Keberhasilan nan bakal tercapai adalah keberhasilan kita semuanya," tandasnya.
(hri/jbr)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·