Taufik Fajar
, Jurnalis-Rabu, 30 September 2026 |10:20 WIB

Kereta Api Indonesia (Foto: Okezone)
JAKARTA - Komisaris Independen PT KAI Endang Tirtana membeberkan transformasi KAI sebagai gambaran perubahan organisasi di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, transformasi KAI tidak hanya ditandai oleh digitalisasi layanan, tetapi juga perubahan langkah perusahaan melayani pelanggan. Dia mencontohkan penggunaan aplikasi Access by KAI nan pada Semester I 2026 mencatat 17 juta transaksi penjualan tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal.
“Semua perubahan ini bagian dari transformasi KAI nan kita lihat berbareng hari ini. Dari sekadar menjalankan kereta, KAI berkembang menjadi perusahaan nan semakin berorientasi pada pengalaman pengguna danmembangun ekosistem transportasi terintegrasi nan menghubungkan kereta api, commuter line, LRT, MRT, kereta cepat, kerata logistik, kerata bandara, jasa digital hingga beragam moda dan jasa pendukung lainnya,” katanya dikutip, Rabu (30/9/2026).
Akan tetapi, dia menegaskan, teknologi tidak boleh menggeser manusia sebagai pusat pelayanan.
“Cara membeli tiket berubah, langkah memperoleh info berubah, langkah berinteraksi dengan pengguna berubah. Tetapi di tengah seluruh perubahan itu, ada satu perihal nan tidak boleh berubah ialah manusia. Karena, secanggih apa pun teknologi dan sebaik apa pun sistem nan kita bangun, pada akhirnya manusialah nan menentukan kualitas pelayanan,” tuturnya.
Dia menyebut ukuran keberhasilan transformasi bukan semata kecanggihan teknologi. Pada Semester I 2026, Customer Satisfaction Index KAI mencapai 4,53 dari skala 5, dengan lebih dari 2,2 juta hubungan pengguna melalui beragam kanal pelayanan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·