Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2026 |23:07 WIB

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mematangkan rencana kerja (roadmap) penerapan biodiesel secara bertahap. (Foto: Okezone.com/KAI)
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mematangkan rencana kerja (roadmap) penerapan biodiesel secara berjenjang dalam sistem operasional perkeretaapian. Proses transisi bahan bakar di lingkungan internal KAI ini dijalankan selaras dengan izin mandatori biodiesel nan digulirkan pemerintah.
Merujuk pada info lingkungan internal perusahaan, riwayat penggunaan bahan bakar operasional KAI tercatat terus mengalami peningkatan, mulai dari B0 pada 2017, naik menjadi B20 pada periode 2018–2019, bersambung ke B30 pada 2020–2022, B35 pada 2023–2024, B40 pada 2025–2026, dan saat ini diarahkan untuk bertransisi menuju pemanfaatan B50 pada 2026.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengemukakan bahwa perkembangan transisi daya dari formulasi B0 hingga B50 menjadi bukti nyata pentingnya konsistensi arah kebijakan daya nasional serta kesiapan operator transportasi publik dalam menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam jasa publik nan andal.
“Transformasi daya Indonesia memerlukan sektor transportasi nan bisa beradaptasi secara terukur. KAI memperkuat peran kereta api melalui roadmap biodiesel dari B0 menuju B50, dengan memastikan setiap tahapan melangkah selaras dengan keselamatan, keandalan layanan, efisiensi energi, dan penurunan emisi,” kata Bobby, Selasa (16/6/2026).
Menurut Bobby, industri perkeretaapian memegang peranan nan sangat krusial lantaran berada di pusat kebutuhan mobilitas publik, kelancaran logistik barang, serta sasaran dekarbonisasi nasional.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·