Perlintasan kereta api tanpa palang di Jalan Ampera, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur menjadi sorotan. Ini menjadi letak awal mula kecelakaan maut KRL ditabrak kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Selasa (28/4/2026), jalur lintasan nan kurang dari 5 meter ini tidak mempunyai palang pintu resmi. Padahal, lampau lalang kendaraan di Jalan Ampera cukup padat, terutama di jam pergi alias pulang kerja.
Kendaraan nan melintas beragam, mulai dari motor, mobil, apalagi truk. Di sela padatnya lampau lintas, area sekitaran rel jiha tampak hidup. Anak-anak bermain di pinggir jalan, sebagian penduduk nan bersantai di warung mini tak jauh dari sana. Ada pula beberapa penduduk nan sekadar berdiri menunggu kereta melintas.
Sebenarnya, di area sekitar perlintasan ada rambu-rambu agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas.
Jalur ini hanya mempunyai palang di satu sisi, sementara sisi lainnya tak ada sama sekali. Itu pun hanya terbuat dari sebuah bambu nan diangkat secara manual oleh penduduk secara bergiliran. Selain itu, sesekali penduduk berteriak kepada pengendara sebagai peringatan bakal ada kereta melintas.
Titin, salah satu pemilik warung di letak mengaku sebenarnya kecelakaan seperti ini jarang terjadi. Menurutnya, peristiwa ini baru terjadi setelah sudah cukup lama tidak ada kejadian serupa.
"Kalau kecelakaan sebenarnya jarang sih," baru ini lagi kejadian," ucap Titin kepada Liputan6.com, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kondisi palang pintu seperti ini memang terjadi sejak lama. Karena dianggap sudah terbiasa, pengendara seringkali menyelonong lintasan meskipun sudah diperingatkan bakal ada kereta lewat.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·