Kabut Asap Menebal di Kalteng, Modifikasi Cuaca dan Water Bombing Dimaksimalkan

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Kabut Asap Menebal di Kalteng, Modifikasi Cuaca dan Water Bombing Dimaksimalkan Menhut Raja Juli Antoni (kedua kanan).(dok.istimewa)

PEMERINTAH terus memaksimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. OMC dijadwalkan berjalan pada 15-16 Oktober dengan pesawat nan bakal diterbangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan strategi tersebut dilakukan lantaran kondisi jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun belum memungkinkan untuk penerbangan pesawat OMC. Pemerintah kemudian menyiapkan penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.

“Pasukan Udara OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) insyaallah tanggal 15 dan 16. Mohon didoakan, bibit awan hujannya ada bagus. Tapi sekali lagi, lantaran tidak bisa diterbangkan pesawatnya dari Tjilik Riwut dan juga dari Pangkalan Bun, maka bakal kita terbangkan dari Syamsudin Noor untuk OMC,” kata Menhut Raja Antoni di Pangkalan Bun, dalam keterangan resmi, Rabu (14/10).

Selain OMC, pemerintah juga menyiapkan strategi pergeseran helikopter water bombing. Menhut mengatakan saat ini terdapat enam helikopter water bombing di Kalimantan Tengah, termasuk nan berada di Pangkalan Bun dan Tjilik Riwut. Namun, operasi penerbangan terkendala jarak pandang nan belum memenuhi pemisah minimum.

“Visibility-nya minimum itu 5.000, ini tidak bisa terbang,” ujarnya.

Sebagai alternatif, pemerintah bakal mencoba memindahkan helikopter dari Kalimantan Selatan ke Kuala Pembuang, Seruyan, nan mempunyai kondisi jarak pandang lebih baik. Pemerintah juga menjajaki kemungkinan menggeser helikopter dari wilayah lain nan kondisi karhutlanya mulai membaik, seperti Riau.

“Ketimbang dari Syamsudin Noor Kalsel, mungkin lebih baik kita tarik ke Kuala Pembuang. Jadi itu kita lakukan, termasuk di dalamnya adalah di Sungai Perlu dan Sungai Tanjung Rengas. Nah, ini kita juga bakal melakukan water bombing sekaligus juga menyisir dari darat,” kata Menhut.

Menhut menegaskan operasi udara tersebut bakal melangkah beriringan dengan penguatan operasi darat. TNI, Polri, Manggala Agni, Kemenhut, BPBD, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) bakal dikerahkan untuk bersama-sama menangani karhutla di Tanjung Puting dan sekitarnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑