Kabut Asap Memburuk, Pemko Pekanbaru Tutup RTH dan Taman Kota

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Kabut Asap Memburuk, Pemko Pekanbaru Tutup RTH dan Taman Kota (MI/Rudi)

PEMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengambil langkah tegas dengan menutup sementara sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota. Kebijakan ini diberlakukan menyusul memburuknya kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut akibat kabut asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Penutupan sementara menyasar tiga titik ruang publik utama, ialah RTH Putri Kacamayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas, serta Taman Kota nan berlokasi di Jalan Diponegoro. Langkah ini diambil untuk melindungi kesehatan masyarakat dari paparan polusi udara nan berbahaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengonfirmasi bahwa penutupan dilakukan lantaran parameter kualitas udara belum menunjukkan tren perbaikan. "Kita tutup kembali sementara lantaran kualitas udara belum membaik," ujar Reza, Kamis (15/10).

Reza menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya antisipasi pemerintah untuk meminimalisasi akibat kesehatan bagi warga, terutama mereka nan sering beraktivitas di ruang terbuka. Paparan asap nan pekat dinilai sangat berisiko bagi sistem pernapasan.

Kebijakan penutupan akomodasi publik ini selaras dengan petunjuk Pemko Pekanbaru sebelumnya nan memberlakukan kembali sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan PJJ tersebut menyasar peserta didik mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP sederajat di seluruh wilayah Pekanbaru.

Berdasarkan info terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat lembut (PM2.5) di Pekanbaru saat ini berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini memicu imbauan keras dari pemerintah agar penduduk membatasi aktivitas di luar ruangan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan lantaran asap tetap cukup pekat. Kalau memang kudu keluar ruangan, maka wajib menggunakan masker," tegas Reza.

Pemko Pekanbaru bakal terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala sebelum memutuskan untuk membuka kembali ruang publik dan mengembalikan aktivitas sekolah secara normal. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑