Parepare -
Pemerintah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), memberlakukan sistem belajar dalam jaringan (daring) terhadap peserta didik dari tingkat TK hingga SMP. Kebijakan ini diambil imbas kabut asap nan makin parah dan memicu kualitas udara tidak sehat.
"Kita memandang bahwa kondisi cuaca di Parepare itu sudah sangat tidak sehat. Karena laporan dari Kepala BPBD, itu kondisi Parepare per hari ini, tadi dari pagi sampai siang langsung melonjak dari 30 menjadi 80 mikrogram per meter kubik," kata Plt Kadisdikbud Parepare, Adriani Idrus, dilansirdetikSulsel, Kamis (15/10/2026).
Dia mengatakan lonjakan polusi didominasi partikel lembut PM2,5 nan rawan jika terhirup. Partikel mikroskopis tersebut rentan menembus masker biasa dan langsung merusak saluran pernapasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"80 mikrogram itu, jika dibaca partikelnya, partikelnya itu PM2,5 nan sangat kecil. Jadi bisa menembus masker, masker biasa, masker kain itu bisa menembus dan bisa langsung masuk ke paru-paru. Jadi itu sangat sensitif untuk anak-anak siswa kita, baik TK, SD, dan SMP," jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Wali Kota Parepare menginstruksikan pengalihan aktivitas belajar mengajar ke sistem daring selama dua hari. Keputusan lanjutan bakal dievaluasi setelah memandang perkembangan cuaca pada akhir pekan.
"Pimpinan dalam perihal ini Bapak Wali Kota memerintahkan saya selaku Kadis Pendidikan untuk mendaringkan anak-anak selama dua hari dulu. Nanti kita lihat lagi kondisi Sabtu-Minggu, apakah malah memburuk alias malah membaik," ujarnya.
Simak selengkapnya di sini
(isa/yld)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·