Kabut Asap Karhutla Diduga Picu Tabrakan di Tol Palindra, Belasan Orang Luka

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Kecelakaan di Tol Palindra, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Polres Ogan Ilir

Kecelakaan beruntun nan melibatkan empat kendaraan terjadi di KM 9+700 A Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Kabupaten Ogan Ilir, pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 05.30 WIB.

Insiden ini diduga terjadi akibat pekatnya kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan memangkas jarak pandang pengendara. Akibat peristiwa tersebut, belasan penumpang dan pengemudi mengalami luka-luka hingga kudu dilarikan ke rumah sakit.

Empat kendaraan nan terlibat dalam kecelakaan ini meliputi Mitsubishi Triton (pelat nomor 8136 CI), bus ALS (BK 7672 UA), bus DAMRI (BG 8136 CI), dan Toyota Avanza (B 2029 CY).

Kasatlantas Polres Ogan Ilir, Iptu Dede Supria Yopi, mengatakan peristiwa bermulai saat mobil Triton melaju dari arah Palembang menuju Indralaya. Memasuki lajur cepat, pengemudi Triton memperlambat laju kendaraannya lantaran jarak pandang tertutup asap tebal hingga tersisa sekitar dua meter.

"Pada saat bersamaan, bus ALS rute Medan-Malang meluncur searah diduga kurang konsentrasi sehingga menyundul bagian belakang Triton. Pasca-tabrakan pertama, pengemudi dan penumpang bus ALS bergegas keluar kendaraan untuk mengecek situasi," katanya.

Setelah itu, bus DAMRI nan melaju dari belakang langsung menghantam bus ALS nan sedang berhenti. Tak berselang lama, Toyota Avanza ikut menabrak bagian belakang bus DAMRI hingga bus tersebut mengalami kerusakan parah.

"Sopir bus DAMRI beserta belasan penumpang nan menderita luka-luka segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, seluruh kendaraan nan terlibat telah diamankan ke Mapolres Ogan Ilir," jelasnya.

Menurut pendataan awal, keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap karhutla disinyalir menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Faktor lain nan diduga berkedudukan adalah kurangnya konsentrasi saat berkendara. Namun, kepolisian tetap terus mendalami bukti dan petunjuk lainnya.

"Masih lidik, kelak kami sampaikan secara resmi," tambah Dede.

Sementara itu, pengemudi bus ALS, Hartono, mengaku sengaja mengambil lajur lambat lantaran lintasan dipenuhi kabut asap pekat. Ia tak menyadari ada kendaraan nan berakhir di depannya hingga terjadi benturan.

"Kami turun memandang keadaan. Dan tiba-tiba mobil kami ditabrak DAMRI di belakang," kata Hartono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan