Ilustrasi nan menunjukkan anatomi lubang hitam supermasif dan AGN di jantung NGC 4151.(Laboratorium Gambar Konseptual Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA)
SEBUAH tim intelektual dikejutkan oleh temuan terbaru nan menunjukkan bahwa wilayah super terang dan bergolak di pusat galaksi, nan dikenal sebagai Active Galactic Nuclei (AGN), bisa menjadi tempat lahir bagi jutaan planet. Wilayah ekstrem ini ditenagai oleh "mesin" berupa lubang hitam supermasif nan sedang aktif menyantap materi di sekitarnya.
AGN terbentuk ketika lubang hitam supermasif dikelilingi oleh gas dan debu dalam jumlah besar nan berputar membentuk cakram akresi (accretion disk). Gravitasi masif dari lubang hitam menciptakan gesekan luar biasa pada cakram tersebut, menyebabkannya bercahaya sangat terang hingga sering kali mengalahkan sinar seluruh bintang di galaksi induknya.
Meskipun wilayah ini dipenuhi gas dan debu nan merupakan bahan baku planet, kondisinya nan sangat bergolak awalnya dianggap mustahil untuk mendukung pembentukan planet. Namun, bagian tepi cakram akresi rupanya mempunyai suhu dan kondisi nan mirip dengan cakram protoplanet di sekitar bintang muda.
Untuk menguji kemungkinan ini, para peneliti membikin model komputer nan mensimulasikan lubang hitam supermasif beserta cakram akresinya. Mereka mengawasi seberapa sigap debu dapat menggumpal dan tumbuh menjadi planet selama jutaan tahun.
"Kami menemukan bahwa jutaan planet bermassa Jupiter dapat terbentuk pada jarak puluhan parsek [satu parsek setara sekitar 3,3 tahun cahaya] dari lubang hitam supermasif nan juga merupakan AGN," kata Bhupendra Mishra, personil tim peneliti dari University of Colorado Boulder, kepada Space.com. "Planet-planet ini adalah raksasa debu nan massanya melampaui Jupiter. Wujudnya bakal terlihat seperti bola lava."
Mishra menjelaskan bahwa lantaran cakram di sekitar lubang hitam supermasif jauh lebih kaya gas dibandingkan cakram di sekitar mentari saat baru lahir, potensi pembentukan planet melonjak drastis. Mekanisme nan mendasarinya adalah kejadian berjulukan streaming instability, nan memungkinkan terbentuknya filamen debu besar dalam jumlah banyak sebagai tempat lahir jutaan planet.
Meskipun planet-planet ini diprediksi stabil dan dapat memperkuat hidup, mereka kemungkinan besar tidak menetap selamanya. Simulasi menunjukkan bahwa planet-planet tersebut bakal beranjak menjauh secara radial dari lubang hitam supermasif dan tepi AGN.
"Kami sangat terkejut! Hal ini belum pernah ditemukan dalam konteks cakram AGN sebelumnya menggunakan model streaming instability," ujar Mishra. "Rekan saya, Wladimir Lyra, seorang guru besar astronomi di New Mexico State University (NMSU) nan bereputasi bumi di bagian pembentukan planet, dan saya betul-betul kagum saat memandang rentang massa dan ukuran pembentukan planet ini."
Penemuan ini diharapkan dapat membantu para astronom memahami lebih dalam struktur jantung galaksi aktif nan selama ini tetap misterius. Di masa depan, para intelektual berambisi bisa mendeteksi keberadaan kluster planet ini secara langsung menggunakan support metode lensa gravitasi (gravitational lensing). (Spacec/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·