Makassar, CNN Indonesia --
Dinas Kesehatan Tana Toraja mencatat jumlah siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan nan diduga mengalami keracunan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 136 orang.
"Iya, info sementara terdapat di RS Fatima 25 orang, RS Sinar Kasih 41 orang, dan RSUD Lakipadada 70 orang," kata Kadis Kesehatan Toraja, Yosefina, Kamis (3/9).
Yosefina menerangkan bahwa ratusan siswa dari dua SMP tersebut sebelumnya menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan 1 nan dibagikan pada Rabu (2/9) hingga malamnya para siswa diduga mengalami indikasi keracunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menu MBG nan dibagikan kepada siswa terdiri dari ayam masak kuning, tempe goreng tepung, tumis sayur nan berisi labu siam, wortel dan jagung, serta buah melon," ungkapnya.
Meski demikian, Kadis Kesehatan Toraja mengaku belum mengetahui pasti penyebab gangguan kesehatan nan dialami oleh para siswa tersebut. Namun, pihaknya tetap terus memberikan penanganan dan memantau perkembangan indikasi nan dialami.
"Kita tetap menunggu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyebab maupun indikasi keracunan pada sekolah ini belum bisa dipastikan," pungkasnya.
Kronologi siswa keracunan
Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakading menuturkan puluhan siswanya dilarikan ke rumah sakit di Kabupaten Tana Toraja setelah mengeluh sejak subuh hingga pagi hari sebelum berangkat ke sekolah.
"Jadi mereka semuanya nan terpapar ini, katanya memang tadi subuh itu sudah dirasakan. Sudah terasa. Nanti kami tahu saat kami jemput sudah ada nan mengeluh. Nah, lantaran sudah terjadi massal, sudah antre di WC, maka kami ambil tindakan secepatnya," kata Yohanis, Kamis (3/9).
Kasus dugaan keracunan MBG ini bermulai ketika pihak sekolah menerima menu makanan pada Rabu (2/9) sekitar pukul 11.00 WITA, kemudian makanan itu dibagikan kepada siswa pada pukul 12.00 WITA.
Kemudian kata Yohanis pada proses pembagian makanan MBG terhadap para siswa langsung dalam pengawasan ialah person in charge (PIC). Dimana, sebelum makanan dibagikan, PIC melakukan pemeriksaan awal.
"PIC nan coba lihat, kemudian kami salurkan ke anak-anak. Menu nan diterima siswa terdiri atas nasi, ayam, perkedel, dan sayuran, termasuk wortel. Pengecekannya kan ada dari PIC kami. nan aromanya dicium saja. Tapi kan untuk makan, kita tidak coba dulu," jelasnya.
Sejumlah siswa nan mengalami keluhan dan indikasi dugaan keracunan langsung diberikan penanganan awal hingga dilarikan ke rumah sakit. Sementara, siswa nan tidak terpapar langsung dipulangkan.
"Kami komunikasi dan langsung ditangani. Kemudian ada nan langsung dibawa ke rumah sakit lantaran sudah pingsan. nan tidak terpapar itu kami pulangkan agar aman," ungkapnya.
Sekretaris Daerah Tana Toraja sekaligus Ketua Satgas MBG, Rudy Andi Lolo mengatakan dugaan keracunan tetap kudu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
"Yang berakibat sekarang ini ada 80 (siswa), dirawat di tiga rumah sakit. Tapi ini belum kita katakan bahwa ini adalah keracunan," kata Rudy kepada CNNIndonesia.com.
(mir/gil)
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·