
BNI (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) alias BNI melaporkan biaya tabungan pengguna BNI Private tumbuh 51% hingga Agustus 2026 secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Sementara assets under management (AUM) meningkat 18% YoY dan jumlah pengguna bertambah 10% YoY.
Pertumbuhan upaya wealth management BNI juga terjadi di beragam segmen pengguna seiring transformasi jasa digital. Melalui wondr by BNI, pengguna dapat mengakses dan melakukan transaksi beragam instrumen investasi secara digital dalam satu aplikasi.
Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna new to investment meningkat 63% YoY. Transaksi reksa biaya tumbuh 187%, dengan volume transaksi meningkat 71% dan mendorong pertumbuhan AUM reksa biaya sebesar 115% YoY.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya kebutuhan masyarakat terhadap jasa pengelolaan kekayaan dan investasi nan mudah diakses serta sesuai dengan tujuan finansial masing-masing nasabah," kata SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, penguatan upaya wealth management tersebut juga sejalan dengan arah transformasi BNI sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia.
BNI terus memperkuat kapabilitas bisnis, jasa digital, dan jaringan internasional untuk meningkatkan daya saing serta menghadirkan jasa finansial nan semakin komprehensif bagi beragam segmen nasabah.
Sementara itu, BNI Private meraih penghargaan The Best Private Bank in Indonesia dalam arena The Asset Triple A Private Capital Awards 2026 nan diselenggarakan oleh The Asset. Capaian tersebut memperkuat pengakuan terhadap kapabilitas BNI dalam mengembangkan jasa wealth management dan private banking bagi nasabah.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·