Tunggal putra Jonatan Christie.(Dok. PBSI)
JONATAN Christie menjaga asa Merah Putih di Indonesia Open 2026 setelah memastikan tempat di partai puncak sektor tunggal putra. Bermain di hadapan publik Istora Senayan, Sabtu (6/6) malam, Jonatan menunjukkan mental baja dengan membalikkan keadaan saat menghadapi wakil Tailan, Panitchaphon Teeraratsakul.
Sempat kehilangan gim pertama 16-21, Jonatan bangkit dengan permainan nan lebih garang dan terukur untuk merebut dua gim berikutnya 21-10 dan 21-12. Kemenangan itu mengantar unggulan Indonesia tersebut menembus final Indonesia Open untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Pencapaian tersebut terasa spesial bagi Jonatan. Sebelumnya, prestasi terbaiknya di Indonesia Open mencapai semifinal pada jenis 2021.
“Bisa melangkah sejauh ini sangat berfaedah buat saya. Seperti saya katakan di awal turnamen, Indonesia Open ini menjadi sasaran besar saya dan tim. Saya berupaya menikmati momen tersebut dan berupaya maksimal,” ujar Jonatan.
Laga berjalan ketat pada gim pembuka. Panitchaphon tampil garang dengan tempo tinggi nan membikin Jonatan kesulitan mengembangkan permainan. Namun situasi berubah drastis setelah interval pertandingan.
Jonatan mulai bisa mengontrol reli dan memaksa lawannya bekerja lebih keras. Intensitas permainan wakil Tailan tersebut perlahan menurun, sedangkan Jonatan justru semakin nyaman menguasai jalannya laga.
Ketahanan fisik, fokus, serta keahlian menjaga ritme permainan menjadi aspek krusial di kembali kebangkitan Jonatan. Sementara itu, Panitchaphon nan tampil eksplosif sejak awal tampak kehilangan tenaga saat pertandingan memasuki gim penentuan.
Hasil tersebut sekaligus menjaga kesempatan Indonesia meraih gelar tunggal putra di Indonesia Open tahun ini. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·