Bek timnas Indonesia Muhammad Ferarri (tengah)(AFP/KARIM JAAFAR)
PELATIH timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pembelaan tegas mengenai keputusannya memanggil bek muda Muhammad Ferarri ke dalam skuad Garuda. Pemanggilan ini sempat menjadi sorotan mengingat menit bermain sang pemain nan minim berbareng klubnya, Bhayangkara Presisi, di kejuaraan domestik.
Ferarri dipersiapkan untuk memperkuat lini pertahanan Indonesia dalam dua laga persahabatan internasional (FIFA Matchday) melawan Oman pada Jumat (5/6) dan Mozambik pada Selasa (9/6). Kedua pertandingan tersebut dijadwalkan berjalan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Dalam konvensi pers pralaga di SUGBK pada Kamis (4/6), Herdman menegaskan bahwa talenta Ferarri tidak bisa diukur hanya dari statistik penampilannya di Super League 2025/2026. Tercatat, pemain berumur 22 tahun itu hanya tampil sebanyak 14 kali untuk Bhayangkara FC, dengan delapan kali sebagai starter dan mengemas satu gol.
"Kami sangat berhati-hati dalam proses seleksi. Kami memandang sejarah pemain, perjalanan pekerjaan mereka, lampau mencocokkannya dengan profil nan kami butuhkan," ujar ahli strategi asal Inggris tersebut.
Alasan Teknis dan Proyeksi Masa Depan
Herdman mengungkapkan bahwa Ferarri merupakan salah satu pemain dengan performa paling menonjol selama pemusatan latihan (TC) pada Mei 2026. TC tersebut memang dirancang sebagai arena seleksi menuju Piala ASEAN 2026.
Menurutnya, Ferarri mempunyai rekam jejak nan solid sejak debutnya di bawah didikan Shin Tae-yong pada September 2022. Meski sempat tidakhadir dari skuad Garuda sejak Maret 2025, tim pembimbing memandang adanya kapabilitas bentuk dan teknis nan sesuai dengan skema permainan modern.
Statistik Muhammad Ferarri (Super League 2025/2026):
- Penampilan: 14 Laga
- Starter: 8 Kali
- Gol: 1
- Klub: Bhayangkara Presisi
Lebih lanjut, Herdman menjelaskan bahwa kehadiran Ferarri diproyeksikan untuk bisa mengimbangi level permainan pemain-pemain top di skuad saat ini, seperti Kevin Diks. Ia meyakini bahwa dengan latihan nan tepat dan atmosfer kompetitif di tim nasional, Ferarri bisa mencapai level tertinggi.
"Kami mempunyai gambaran nan jelas tentang profil bek tengah nan kami inginkan. Kami memproyeksikan pemain mana nan mempunyai kapabilitas tertentu, serta apakah mereka bisa mencapai level tinggi jika bermain berbareng pemain seperti Kevin (Diks)," tambah Herdman.
Laga melawan Oman besok bakal menjadi pembuktian bagi Ferarri dan penelitian strategi Herdman sebelum menghadapi tantangan nan lebih berat dari Mozambik pekan depan. Publik sepak bola nasional sekarang menanti apakah kepercayaan sang pembimbing bisa dibayar tuntas oleh bek muda tersebut di atas lapangan hijau. (Ant/Z-1)
| Jumat, 5 Juni 2026 | Oman | SUGBK, Jakarta |
| Selasa, 9 Juni 2026 | Mozambik | SUGBK, Jakarta |
English (US) ·
Indonesian (ID) ·