JK Kumpulkan Tokoh-Pemuka Agama Poso dan Maluku, Beri Penjelasan Lengkap soal Ceramahnya di UGM

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Seperti diketahui, JK dilaporkan ke polisi lantaran isi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dituding menistakan agama. JK merasa telah difitnah lantaran potongan video ceramahnya dipotong hanya beberapa detik saja.

"Kami sudah mulai mempelajari beragam letak permasalahannya. Mudah-mudahan Tuhan Allah bakal memaafkan. Para pemfitnah itu... al-fitnatu asyaddu minal qatl. Fitnah itu lebih sadis dari pembunuhan. Semua memfitnah saya semua," kata JK di kediaman pribadinya, Jalan Brawijaya IV Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Dia menjelaskan bahwa dirinya diundang oleh UGM untuk mengisi pidato Ramadhan dengan tema perdamaian. Dalam ceramahnya itu, JK pun mencontohkan beberapa bentrok mulai dari, nan terjadi di Eropa, Perang Dunia, Aceh, hingga bentrok kepercayaan di Ambon-Poso.

"Ada bentrok lantaran ideologi kayak Madiun, ada bentrok lantaran ideologi, ada bentrok lantaran wilayah kayak Tim-Tim, ada bentrok lantaran ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu per satu. Kemudian satu menit saja, eh satu dua menit, bicarakan bentrok lantaran agama. Itulah antara lain Ambon-Poso," tuturnya.

JK juga memutarkan beberapa video nan menunjukkan kekejaman bentrok kepercayaan nan terjadi di Ambon-Poso. Bahkan, kata dia, ada 7.000 orang nan meninggal bumi dalam tiga tahun bentrok itu.

JK nan saat itu menjabat Menteri Kesra memutuskan untuk berangkat ke letak untuk meredakan bentrok nan terjadi. Dia mengaku mempertaruhkan nyawanya disaat pejabat lain tak ada nan berani ke letak konflik.

"Saya damaikan ini, apa saya menista agama? Saya pertaruhkan jiwa saya dengan Hamid (Eks Menkumham) masuk ke wilayah nan Anda lihat tadi itu. Masuk ke wilayah itu. Tidak ada Presiden, Gus Dur, tidak ada nan bisa," tuturnya.

"Jenderal-jenderal datang tidak bisa mendamaikan itu. Tokoh-tokoh Maluku waktu itu militer itu berapa, dua puluhan? Tidak bisa. Saya datang tanpa pengawal masuk ke wilayah itu," sambung JK.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita