Jepang Kepincut 'Rebana' di Jabar, Peluang Bisnis Baru Dibuka Lebar

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus menggenjot pengembangan Kawasan Rebana di Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kali ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk membuka kesempatan investasi dan kemitraan baru, termasuk dari perusahaan-perusahaan Jepang.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Rebana Area Development Co-Creation Seminar: New Business Opportunities and Public-Private Partnerships in Indonesia di Jakarta, kemarin (7/9/2026).

Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kemenko Perekonomian Suroto mengatakan pengembangan Kawasan Rebana tidak cukup hanya berakhir pada tahap perencanaan. Pemerintah mau beragam rancangan nan telah disusun dapat diwujudkan menjadi proyek nyata nan menarik investasi dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

"Pengembangan Kawasan Rebana tidak berakhir pada penyusunan perencanaan, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam program dan proyek nan dapat diimplementasikan serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian," ujar Suroto.

Menurutnya, kesiapan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru diperkuat oleh sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) nan telah beraksi maupun terus dikembangkan. Di antaranya Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, Bendungan Cipanas, hingga Kawasan Industri Subang Smartpolitan.

Kawasan Rebana sendiri merupakan salah satu proyek pengembangan wilayah nan didorong melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Kawasan ini mencakup sejumlah wilayah strategis di Jawa Barat dan diproyeksikan menjadi pusat industri, logistik, hingga ekonomi hijau.

Daya tarik area tersebut semakin terlihat setelah masuknya investasi besar, termasuk pabrik perakitan kendaraan listrik BYD nan telah diresmikan di Kawasan Industri Subang Smartpolitan.

Badan Pengelola (BP) Kawasan Rebana mencatat realisasi investasi di area tersebut mencapai Rp36 triliun sepanjang 2025. Sementara hingga triwulan II-2026, investasi nan masuk telah mencapai Rp21,59 triliun alias sekitar 30% dari total investasi Jawa Barat.

Koordinator Promosi Investasi BP Kawasan Rebana Ahmad Nugraha mengatakan area ini telah dirancang secara komprehensif dengan beragam klaster strategis mulai dari industri manufaktur, penerbangan, pariwisata hingga pendidikan.

Saat ini terdapat 13 area industri nan dialokasikan di Rebana, dengan delapan di antaranya telah beroperasi.

Tak hanya itu, area tersebut juga didukung lebih dari 30 universitas dan sekitar 500 SMK maupun lembaga training nan diproyeksikan bisa menghasilkan tenaga kerja untuk mendukung ekspansi industri.

"Dengan support tersebut, Kawasan Rebana diproyeksikan bisa menciptakan sekitar 1,7 juta hingga 1,8 juta lapangan kerja baru," ujar Ahmad.

Chief Representative JICA Indonesia Office Takeda Sachiko menilai Kawasan Rebana merupakan salah satu wilayah pertumbuhan paling krusial di Indonesia. Menurutnya, Pelabuhan Internasional Patimban bakal menjadi gerbang logistik utama nan menghubungkan industri Jawa Barat dengan pasar domestik maupun internasional.

Melalui kerja sama teknis dengan Pemerintah Indonesia, JICA telah membantu penyusunan master plan, penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, hingga identifikasi program prioritas seperti Green Industry Hub.

Konsep tersebut menggabungkan pengembangan manufaktur, daya terbarukan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta sasaran dekarbonisasi.

Selain industri hijau, seminar juga membahas kesempatan investasi di sektor ekonomi sirkular, pemanfaatan daya panas bumi (geothermal), floating solar panel di bendungan, teknologi pintar, hingga pengembangan area industri modern.

Pemerintah berambisi beragam hasil perencanaan dan kerja sama nan telah disusun dapat ditindaklanjuti menjadi proyek investasi konkret.

"Dengan demikian, Kawasan Rebana diharapkan semakin bisa menarik investasi berbobot sekaligus memperkuat keterhubungan antara area industri, prasarana strategis, dan pusat-pusat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut," kata Suroto.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News