Jembatan Tegal Alur Akan Pakai Kayu Dolken, Target Revitalisasi Selesai 2027

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Jembatan bambu menjadi akses sementara penduduk di RT 05/RW 02, Jalan Warung Pojok, Gang Perkutut, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (25/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Jembatan bambu nan menjadi akses jalan sementara penduduk di Gang Perkutut, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, bakal diperkuat menggunakan kayu dolken. Penanganan ini dilakukan sembari menunggu revitalisasi Kali Semongol alias Kali Kamal nan ditargetkan rampung pada triwulan III 2027.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan penguatan jembatan bambu dilakukan agar akses tersebut tetap kondusif digunakan masyarakat.

“Suku Dinas SDA Jakarta Barat bakal melakukan penanganan sementara dengan memperkuat jembatan bambu nan dibangun penduduk itu menggunakan kayu dolken, agar tetap kondusif saat dilintasi masyarakat,” kata Ika saat dihubungi kumparan, Rabu (26/8).

Sementara itu, pembangunan jembatan permanen baru dilakukan setelah revitalisasi Kali Semongol alias Kali Kamal selesai. Adapun revitalisasi tersebut mencakup pembangunan tanggul beton pracetak (precast), pintu air, saluran gendong, serta gedung penunjang lainnya.

“Pembangunan jembatan permanen dilakukan setelah revitalisasi kali berupa tanggul beton precast, pintu air, saluran gendong dan gedung penunjang lainnya selesai dibangun oleh Dinas SDA Jakarta,” jelas Ika.

Menurut SDA, revitalisasi Kali Semongol alias Kali Kamal saat ini tetap berjalan di area hilir. Pekerjaannya bakal dilakukan secara berjenjang hingga ke area hulu, termasuk wilayah Gang Perkutut dan ditargetkan rampung pada triwulan III 2027.

Jembatan bambu menjadi akses sementara penduduk di RT 05/RW 02, Jalan Warung Pojok, Gang Perkutut, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (25/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Sebelumnya, penduduk membikin jembatan bambu secara swadaya sebagai akses penyeberangan. Hal itu dilakukan setelah jembatan penghubung di letak dibongkar untuk mendukung pekerjaan penanganan Kali Semongol.

Hingga saat ini, pengerukan saluran di sekitar letak tetap tertunda lantaran perangkat berat belum dapat beraksi setelah salah satu suku cadangnya lenyap akibat vandalisme alias pencurian.

“Suku cadang pengganti saat ini sedang dalam proses menunggu kesiapan alias inden,” ungkap SDA.

SDA pun menuturkan, pengerukan bakal dilanjutkan setelah perangkat berat dapat kembali beroperasi. Sebab, jalur kali tersebut tetap dibutuhkan untuk operasional perangkat berat.

“Pengerukan bakal dilanjutkan sehingga jalur kali tersebut tetap dibutuhkan untuk operasional perangkat berat,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan