Prosea pemindahan jenazah Nur Jannah.(Dok PPIH Debarkasi Solo)
KABAR duka menyelimuti operasional pemulangan jemaah haji tahun 2026. Seorang jemaah haji wanita asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Hajjah Nur Jannah, 68, dilaporkan wafat di atas pesawat dalam perjalanan menuju Tanah Air pada Senin (8/6) malam. Almarhumah nan tergabung dalam golongan terbang (kloter) 15 diduga mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung.
Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, mengonfirmasi kejadian tersebut. Dengan wafatnya Nur Jannah, statistik jemaah haji asal Embarkasi Solo nan meninggal bumi sekarang bertambah menjadi 38 orang.
"Adanya penambahan satu kasus duka di atas langit ini secara otomatis mengubah statistik data, sehingga total keseluruhan jemaah haji wafat dari Embarkasi Solo bergerak naik mencapai 38 orang," ujar Nabiila saat dikonfirmasi Media Indonesia, Selasa (9/6).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan info nan dihimpun, peristiwa duka tersebut terjadi secara mendadak saat pesawat dalam perjalanan dari Jeddah menuju Bandara Kualanamu (KNO) untuk transit. Saat itu, almarhumah tengah didampingi anak kandungnya, Anies. Kejadian berjalan singkat ketika sang anak meninggalkan ibundanya sejenak untuk makan.
Tim kesehatan nan melakukan pemeriksaan awal menyebut bahwa berasas rekam medis, Nur Jannah sebenarnya tidak mempunyai riwayat kesehatan nan mengkhawatirkan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Oleh lantaran itu, penyebab kematian diduga kuat akibat serangan jantung mendadak.
Setibanya pesawat di Kualanamu, petugas PPIH segera melakukan pemindahan jenazah. Almarhumah kemudian diterbangkan menuju Boyolali untuk dibawa ke Kompleks Asrama Haji Donohudan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Proses Serah Terima Jenazah:
Ketua PPIH Debarkasi Solo, Fitrianto, menyerahkan jenazah secara langsung kepada Asisten Satu Setda Kota Pekalongan di Asrama Haji Donohudan pada Senin (8/6) malam. Prosesi ini turut didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama setempat agar jenazah bisa segera dipulangkan ke rumah duka di Pekalongan untuk dimakamkan.
Data Kepulangan Debarkasi Solo
Hingga hari kedelapan operasional pemulangan, PPIH Debarkasi Solo mencatat sebanyak 15 kloter telah mendarat dengan selamat di Tanah Air. Total jemaah nan sudah kembali mencapai 5.361 orang.
Namun, tetap terdapat beberapa jemaah nan tertunda kepulangannya lantaran aspek kesehatan. Tercatat tiga jemaah tetap menjalani perawatan intensif di King Faisal Hospital, Arab Saudi, dan satu jemaah dari kloter 4 tetap tertunda di Daker Mekah.
Imbauan Cuaca Ekstrem
Menyikapi kondisi cuaca di Arab Saudi nan saat ini dilaporkan sangat panas, PPIH mengimbau jemaah gelombang kedua nan mulai bergeser dari Mekah menuju Madinah untuk tetap waspada. Suhu udara ekstrem menuntut jemaah untuk membatasi aktivitas bentuk di luar ruangan.
"Kami berambisi jemaah tetap menjaga kesehatan, selalu menggunakan perangkat pelindung diri (APD), dan mencukupi kebutuhan cairan demi keselamatan selama menjalankan ibadah sunah di Madinah," pungkas Nabiila. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·