Jawaban Seskab Teddy atas Saran Dino Patti Djalal soal Prabowo ke LN

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal menyampaikan lima saran kepada Presiden Prabowo Subianto untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri untuk penghematan biaya hinggan efisensi kerja. Saran nan disampaikan Dino itu dijawab oleh Seskab Teddy Indra Wijaya dengan penjelasan biaya perjalanan luar negeri Prabowo hingga capaian diplomasi pemerintah.

Dino menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan Prabowo ke luar negeri melalui video nan diunggah di akun media sosialnya pada Sabtu (30/5). Dino menilai Prabowo kepala negara tersering perjalanan ke luar negeri sejak menjabat sehingga banyak menelan biaya.

"Dalam kalkulasi kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara nan paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran jika ada nan beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar pemisah kewajaran. Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan, Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam gelombang nan sama tingginya," kata Dino.

Dino menilai kunjungan kepala negara ke luar negeri menyantap biaya nan besar, termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya duit harian untuk seluruh delegasi, dan beragam biaya lainnya. Satu perjalanan ke luar negeri, menurut Dino, bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar.

Oleh karena itu, Dino menyampaikan ada lima saran untuk Prabowo, pertama, untuk menjaga komunikasi dengan pemimpin bumi lain, Dino menyarankan Prabowo lebih mengandalkan video call, Zoom call alias telepon. Menurut pengalamannya, suatu kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada satu pembicaraan nan berjalan selama satu jam alias paling banter dua jam.

"Dan selebihnya basa-basi, jamuan, dan seremonial nan biasanya tidak perlu. Jadi dengan satu video call nan berbobot 0 rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan keluar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama. Aksi penghematan melalui Zoom call ini dapat menjawab persepsi sebagai masyarakat nan menganggap perjalanan Presiden ke luar negeri condong royal dan berkarakter jalan-jalan," ujar Dino.

Dino mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sudah 17 kali menelepon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan belum sekalipun melakukan pertemuan bilateral, padahal Amerika adalah mitra perdagangan terbesar bagi Meksiko. Dalam suatu kunjungan kerja ke Spanyol, Dino menjelaskan Sheinbaum terbang menggunakan pesawat komersil kelas ekonomi untuk memberikan teladan kepada rakyatnya.

Kedua, untuk menghemat biaya dan waktu, Dino menganjurkan agar Prabowo dapat memanfaatkan kunjungan ke suatu forum internasional berjumpa kepala negara lain nan juga hadir. Dalam videonya, Dino mengatakan Presiden Finlandia Alexander Stubb meminta waktu berjumpa Prabowo saat sidang PBB di New York, namun tidak direspons.

Tak hanya itu, Dino mengatakan dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina, seorang kepala pemerintah negara ASEAN mengarahkan pertemuan bilateral, namun juga tidak pernah direspons. Dino menyarankan Istana menerapkan formula 1 plus 8, ialah dalam menghadiri forum internasional, Prabowo bisa menerima alias berjumpa paling tidak dengan delapan kepala negara lain nan juga hadir.

Ketiga, Dino berambisi kunjungan internasional Prabowo dapat dilakukan secara ahli dan direncanakan dengan baik. Dino mengawasi ada sejumlah kunjungan nan dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan dan tujuan nan jelas, sehingga secara garis besar perlu dipetakan setahun sebelumnya.

"Baik Seskab Teddy alias Menlu Sugiono perlu mengumumkan rencana kunjungan Presiden ke suatu negara satu bulan sebelumnya, alias minimal seminggu sebelum hari H. Dan diumumkan juga berbarengan dengan negara nan bakal dikunjungi. Kunjungan Presiden ke Pakistan dan Rusia sewaktu becana banjir Sumatera misalnya dilakukan tanpa ada info apapun kepada publik sebelum berangkat. Perlukulah diterapkan asas akuntabilitas dan transparansi lantaran cukup sering publik tidak tahu Presiden ada di mana di luar negeri," ujar Dino.

Keempat, Dino menganjurkan untuk satu tahun ke depan Prabowo lebih banyak menerima tamu negara di Tanah Air daripada melakukan perjalanan ke luar negeri. Lagi-lagi Dino mencontohkan kepala negara lain, Presiden China Xi Jinping disebut jauh lebih banyak menerima tamu negara di Beijing daripada berjalan ke luar negeri.

Kelima, Dino mengusulkan agar ke depan sebagian besar misi diplomatik nan berkarakter taktis dapat ditangani Menlu Sugiono. Hal ini menurut Dino bakal menghemat biaya lantaran perjalanan Menlu hanya didampingi oleh tiga orang staf, bakal jauh lebih irit dari biaya perjalanan Presiden.

"Namun di sini Menlu Sugiono kudu melepaskan diri sebagai bagian dari entourage Presiden nan kudu selalu berada di samping Presiden. Ingat, Menlu Hasan Wirayuda, Marty Natalegawa, dan Retno Marsudi semuanya tidak pernah menempatkan diri sebagai bagian dari entourage Presiden dan mereka konsentrasi total untuk menangani politik luar negeri," imbuhnya.

Seskab Luruskan soal Biaya ke Luar Negeri

Tiga hari berselang, Seskab Teddy Indra Wijaya meluruskan saran nan disampaikan Dino soal kunjungan luar negeri Prabowo. Teddy mengatakan kelebihan biaya kunjungan luar negeri Prabowo ditanggung pribadi.

"Kemudian berikutnya, lantaran saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal," kata Teddy melalui video nan diunggah akun media sosial Sekretariat Kabinet, Senin (1/6).

Teddy menyampaikan terima kasih atas masukan nan telah diberikan dengan sangat jeli dan terstruktur. Teddy mengatakan kelebihan biaya kunjungan luar negeri Prabowo dari kocek pribadi.

"Jadi nan pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya nan telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ujar Teddy.

Terkait jumlah rombongan Prabowo ke luar negeri, Teddy mengatakan jumlah rombongan sudah dikurangi dari periode sebelumnya. Teddy mengungkapkan jumlah rombongan Prabowo berkisar 50-60 orang.

"Kemudian nan kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi jika dulu, itu sekali luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, era Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," ucapnya.

Jadwal Kunjungan ke Luar Negeri

Teddy kemudian menjelaskan soal agenda kunjungan Prabowo ke luar negeri. Teddy mengatakan agenda tersebut dapat berubah-ubah, namun ada agenda tahun dan agenda nan mendesak.

"Kemudian nan ketiga, agenda kudu satu tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan bumi dunia itu sangat dinamis. Hari per hari. Nah, jadi ada agenda tahunan dan ada agenda nan mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara," sebutnya.

Selain itu, Teddy juga menjelaskan soal gelombang kunjungan Prabowo keluar negeri lantaran menyangkut kondisi krisis dunia. Prabowo disebut menjabat sebagai Presiden saat perang terjadi di sejumlah bagian dunia.

"Kemudian nan keempat, masalah protokoler dan gelombang luar negeri dalam satu separuh tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru nan mulai menjabat saat bumi sedang krisis. Sebelumnya ada bentrok di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah. Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE dan lain sebagainya," ujar Teddy.

Kunjungan Prabowo ke luar negeri, kata Teddy, bagian dari upaya untuk membangun kedekatan dengan pemimpin dunia. Dari kedekatan itu, menurut Teddy, Prabowo dapat meminta support ketika Indonesia mengalami krisis.

"Jadi setiap pemimpin tentunya kudu bangun hubungan nan dekat antarpemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak, kita kudu panen hubungan nan baik," ucap Teddy.

"Lalu jika suatu saat ada kondisi mendesak kita bisa minta support dan begitu pula sebaliknya. Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antarpemimpin baik secara langsung, diliput media ataupun tertutup. Nah itulah diplomasi," imbuhnya.

Bantah Gagah-gagahan, Bicara Capaian

Teddy membantah dugaan bahwa kunjungan luar negeri Prabowo Subianto hanya berkarakter seremonial alias sekadar pencitraan. Menurutnya, beragam lawatan dan diplomasi nan dilakukan Prabowo menghasilkan capaian konkret bagi Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir.

"Jadi salah besar, jika dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita kudu lihat apa nan sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," kata Teddy.

Teddy lantas memaparkan sejumlah hasil dari diplomasi aktif Prabowo. Pertama, Indonesia sukses menjadi personil BRICS. Menurutnya, keanggotaan tersebut memberikan faedah strategis di tengah ketidakpastian global, termasuk menjaga stabilitas pasokan daya dan pangan nasional.

"Ya sekarang ini, di tengah bentrok krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, nilai BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," ujarnya.

Kemudian, Indonesia disebut sukses menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa nan memberikan tarif 0% untuk beragam produk Indonesia. Teddy menyebut perjanjian tersebut telah diupayakan selama belasan tahun, namun baru mencapai titik penyelesaian di era Prabowo.

"Kemudian nan kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian nan sudah diurus belasan tahun nan lalu, tapi kapan tercapai? Ya era Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," ujarnya.

Capaian ketiga nan disampaikan adalah masuknya investasi senilai sekitar Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir berasas info BKPM. Selain itu, kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lampau disebut menghasilkan komitmen investasi tambahan sekitar Rp575 triliun.

Di bagian pertahanan, Teddy mengatakan Indonesia sekarang mempunyai keahlian alutsista nan lebih kuat berkah kerja sama dengan beragam negara. Termasuk Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Sementara itu, pada sektor penyelenggaraan ibadah haji, Teddy menilai penyelenggaraan haji 2025 dan tahun ini melangkah lancar. Teddy mengungkapkan keberadaan perkampungan haji Indonesia di Arab Saudi nan disebut sebagai akomodasi unik nan dimiliki Indonesia.

"Indonesia adalah negara satu-satunya nan punya perkampungan haji di Arab Saudi. Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," ujarnya.

Teddy juga menegaskan peran aktif Indonesia dalam mendukung Palestina. Bentuk support tersebut antara lain pengiriman support logistik melalui jalur udara, pengiriman kapal rumah sakit, hingga pemberian danasiwa bagi anak-anak Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

Selain itu, Teddy mencontohkan hasil diplomasi Indonesia dalam memulangkan seorang penduduk negara Indonesia nan sempat diamankan pihak Israel di laut bebas beberapa waktu lalu. "Lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu selang beberapa hari kembalikan ke Indonesia. Jadi ini lewat diplomasi nan baik diberitakan maupun nan tertutup," ujarnya.

Prioritas Prabowo Bertemu Pemimpin Dunia alias Gunakan Telepon

Terakhir, Teddy menjawab kritik mengenai pertemuan Prabowo dengan kepala negara lain dalam beragam forum internasional. Teddy menegaskan agenda tersebut ditentukan langsung oleh Prabowo berbareng Menlu berasas skala prioritas kepentingan nasional.

"Dan beliau-beliau lah nan mengetahui mana nan prioritas, mana pertemuan nan kudu diutamakan, mana pertemuan nan bisa langsung ataupun cukup mengenakan telepon, mana pertemuan nan perlu diberitakan, mana nan tidak diberitakan. Dan saya rasa semua diplomat dahsyat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya jika itu tetap dipermasalahkan, ya," ujarnya.

Teddy menegaskan pemerintah terbuka terhadap beragam masukan. Namun, dia mengingatkan agar kritik nan disampaikan tidak mengaburkan kebenaran mengenai hasil-hasil nan telah dicapai melalui diplomasi Indonesia selama 1,5 tahun terakhir.

"Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan kebenaran tentang semua hasil nan telah kita capai," ujarnya.

(rfs/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News