Jasa Sedot WC di Sleman Juga Jadi Korban Jebakan DC Pinjol

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi debt collector pinjaman online menelepon nasabah. Foto: Yan luca/Shutterstock

Kasus debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) di Sleman tidak hanya menjebak ambulans dan damkar. Mereka juga mempermainkan jasa sedot WC.

Hal ini disampaikan oleh wanita berinisial Y nan rumahnya didatangi damkar dan ambulans nan dijebak DC pinjol. Menurut pengakuannya, jasa sedot WC itu datang pada Rabu (22/4) sore, tepat setelah damkar dan ambulans.

"Sedot WC. Itu setelah dua itu (damkar dan ambulans). Di hari nan sama. (Kalau jam) saya nggak tahu detailnya. Saya belum pulang, saya sampai rumah jam separuh 8 malam," kata Y nan berprofesi sebagai pembimbing dan mengajar bimbel, saat ditemui pada Jumat (24/4).

Saat itu, tukang sedot WC ditemui oleh suami Y. Kepada petugas, suami Y menjelaskan bahwa mereka telah ditipu.

Setelah petugas ambulans dan damkar pulang, tukang sedot WC juga datang ke lokasi.

"Tukang sedot WC-nya juga bilang sudah nan ketiga kali ditipu seperti ini," katanya.

Diawali Kedatangan Damkar

Y bercerita, nan pertama kali datang adalah damkar sekitar pukul 14.40 WIB pada Rabu (22/4). Saat itu, dia belum berangkat kerja sehingga sempat bertemu. Rumah Y berada di dalam gang.

Ada orang tak dikenal nan menghubungi damkar dengan argumen pemindahan ular.

"Kaget, rupanya di depan rumah sudah ada petugas damkar dua orang. Tetangga ikut datang lantaran laporannya kan ular," katanya.

Petugas Damkar Kota Semarang saat diprank DC pinjol untuk menagih hutang. Foto: Dok. Istimewa

Saat itu, Y mengatakan kepada petugas damkar bahwa dirinya tidak membikin laporan mengenai ular dan petugas diminta untuk menghubungi nomor pelapor.

Setelah damkar, ambulans datang ke rumah. Saat itu, Y sudah berangkat kerja, sehingga suaminya nan menemui petugas ambulans.

"Saya ngajar dapat satu sesi, tetangga memasukkan info di grup RW (soal adanya ambulans)," katanya.

Tidak Tahu Menahu

Terkait kehadiran damkar, ambulans, hingga jasa sedot WC, Y mengaku tidak tahu menahu.

"Nggak ada (saya menghubungi) dan katanya nomornya itu kan berbeda-beda, tidak satu nama," katanya.

Ia juga tidak mengetahui apakah rumahnya dicatut alias tidak. Berdasarkan info dari ambulans, mereka diminta menjemput anak kos. Menurut Y, dulu memang ada orang nan ngekos di rumah tersebut.

"Laporannya anak kos di tempat saya ada nan sakit. Memang kos nan menempati banyak," katanya.

Bagi Y, dirinya tidak dirugikan dalam perihal ini. Namun, peristiwa tersebut membuatnya kaget. Ia berambisi kejadian serupa tidak terulang.

"Tidak tahu menahu, tiba-tiba pada datang. (Harapannya) jangan terulang. Petugas damkar kan petugas publik nan bisa sewaktu-waktu ditelepon (masyarakat) dan kudu siap mobile," pungkasnya.

Polisi Menyelidiki

Polisi saat ini tengah mengusut kasus tersebut. Kapolresta Sleman Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengatakan, berasas hasil penyelidikan, nomor nan diduga digunakan debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) untuk menjebak ambulans dan damkar di Sleman terdeteksi berada di Sumatera Utara.

"Saat ini, kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap nomor telepon nan digunakan pelaku, nan terdeteksi berada di wilayah Sumatera Utara," kata Adhitya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).

Penyelidikan tetap terus dilakukan jejeran Satreskrim Polresta Sleman. Sampai saat ini, belum ada pihak nan diamankan.

"Untuk sementara, belum ada pihak nan diamankan. Perkembangan lebih lanjut bakal kami sampaikan kembali," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan