Mei Sada Sirait
, Jurnalis-Rabu, 23 September 2026 |10:05 WIB

Ilustrasi negative thinking. (Foto: dok Magnific/Drazen Zigic)
JAKARTA - Kebiasaan negative thinking alias punya pikiran negatif rupanya bukan hanya bisa memengaruhi suasana hati. Pola pikir negatif nan terjadi berulang kali juga rupanya bisa mempengaruhi kegunaan otak termasuk penurunan keahlian kognitif dan memori.
Hal ini diungkap master Adam Prabata melalui akun X @AdamPrabata. Ia membagikan hasil sebuah penelitian nan memandang hubungan antara repetitive negative thinking (RNT) alias pola berpikir negatif nan berulang dengan penurunan kegunaan kognitif serta sejumlah penanda nan berangkaian dengan penyakit Alzheimer.
“Sering berpikir negatif bisa berujung pada penurunan keahlian otak,” tulis Adam dalam unggahannya.
Dokter Adam menjelaskan, penelitian itu menunjukkan orang nan condong mempunyai pola pikir negatif berulang dapat mempunyai akibat lebih tinggi mengalami penurunan keahlian otak. Kondisi ini juga berangkaian dengan akibat depresi dan kecemasan.
Kemampuan otak disebut dapat mengalami penurunan mencakup memori serta keahlian kognitif secara keseluruhan.
“Jadi ada penelitian nan menunjukkan bahwa orang nan condong mempunyai pola pikir negatif itu bisa meningkatkan akibat terjadinya penurunan keahlian otak dalam corak Alzheimer. Selain itu ada peningkatan akibat depresi dan kecemasan,” tulisnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·