Jangan dibuang! Trik ubah minyak jelantah jadi lilin darurat dan pelumas engsel pintu

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Jangan dibuang! Trik ubah minyak jelantah jadi lilin darurat dan pelumas engsel pintu

cara memanfaatkan minyak jejak | foto: Instagram/@annepermata

- Minyak jelantah sering dianggap limbah nan tidak berguna, padahal sebenarnya tetap bisa dimanfaatkan untuk beragam keperluan rumah tangga. Daripada langsung dibuang, minyak jejak ini bisa diolah kembali menjadi sesuatu nan lebih berguna, sekaligus membantu mengurangi limbah dan lebih ramah lingkungan. Dengan sedikit kreativitas, minyak jelantah justru bisa jadi solusi irit untuk kebutuhan sehari-hari.

Dikutip BrilioFood dari akun IG @annepermata, salah satu pemanfaatan minyak jelantah adalah sebagai bahan dasar lilin darurat. Caranya cukup sederhana, saring minyak hingga bersih dari sisa makanan, lampau tuangkan ke dalam wadah tahan panas. Tambahkan sumbu dari benang alias kapas, dan lilin pun siap digunakan. Ini sangat berfaedah saat listrik padam alias sebagai pengganti lilin irit biaya.

Selain itu, minyak jelantah juga bisa digunakan sebagai pelumas alami untuk engsel pintu, roda, alias peralatan nan sering berdecit. Cukup oleskan sedikit minyak pada bagian nan bermasalah, dan bunyi ribut pun bakal berkurang. Bahkan, minyak ini juga bisa dimanfaatkan untuk merawat perabotan kayu agar tampak lebih mengkilap dan tidak kering. Dengan memanfaatkan kembali minyak jelantah, Anda tidak hanya lebih hemat, tapi juga ikut menjaga lingkungan dari pencemaran.

Langkah-Langkah Pemanfaatan Minyak Jelantah

1. Siapkan minyak jejak nan sudah dingin, lampau saring menggunakan kain bersih alias saringan lembut untuk memisahkan sisa makanan dan kotoran. Ulangi penyaringan jika perlu agar hasilnya lebih bening dan tidak berbau menyengat.

2. Membuat lilin darurat (pakai batu & air)

Siapkan wadah mini seperti mangkuk alias gelas tahan panas, lampau masukkan beberapa batu mini ke dalamnya sebagai penyangga. Tambahkan sedikit air hingga separuh wadah. Setelah itu, tuangkan minyak jelantah di atas air (minyak bakal mengapung di permukaan). Gunakan cotton bud sebagai sumbu, lampau posisikan bagian ujungnya menyentuh minyak. Nyalakan bagian ujung cotton bud, dan lilin darurat pun siap digunakan.

Jangan dibuang! Trik ubah minyak jelantah jadi lilin darurat dan pelumas engsel pintu

foto: Instagram/@annepermata

3. Sebagai pelumas alami

Ambil sedikit minyak menggunakan kain alias kapas, lampau oleskan pada engsel pintu, roda, alias perangkat nan berdecit. Gunakan secukupnya agar tidak berlebihan dan tidak menetes ke lantai.

Jangan dibuang! Trik ubah minyak jelantah jadi lilin darurat dan pelumas engsel pintu

foto: Instagram/@annepermata

4. Merawat perabotan kayu (campur soda kue & cuka)

Campurkan sedikit minyak jelantah dengan soda kue dan cuka, lampau kombinasi hingga merata. Ambil sedikit campuran tersebut, lampau oleskan tipis ke permukaan perabotan kayu. Gunakan tisu alias kain bersih untuk mengelap hingga merata dan bersih. Cara ini membantu membersihkan sekaligus membikin permukaan kayu terlihat lebih segar dan tidak kusam.

Jangan dibuang! Trik ubah minyak jelantah jadi lilin darurat dan pelumas engsel pintu

foto: Instagram/@annepermata

FAQ

1. Apakah minyak jelantah kondusif digunakan kembali?

Aman untuk keperluan non-konsumsi seperti pelumas alias lilin, tetapi tidak disarankan untuk digunakan kembali sebagai minyak goreng lantaran dapat rawan bagi kesehatan.

2. Kenapa minyak kudu disaring terlebih dahulu?

Agar kotoran dan sisa makanan tidak mengganggu kegunaan minyak, serta mencegah aroma tidak sedap saat digunakan.

3. Berapa lama minyak jelantah bisa disimpan?

Jika disimpan dalam wadah tertutup dan bersih, minyak jelantah bisa memperkuat cukup lama, tetapi sebaiknya digunakan dalam waktu beberapa minggu agar kualitasnya tetap baik.

4. Apakah semua jenis minyak bisa digunakan?

Bisa, baik minyak sawit maupun minyak sayur lainnya, selama tidak tercampur bahan berbahaya.

Penulis: Anggita Cahya Rosdiana

Bio: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang nan mempunyai pengalaman dalam penulisan tulisan ilmiah nan telah dipublikasikan, serta aktif menulis tulisan blog pribadi. Beberapa tulisan mengangkat topik kopi, seperti robusta dan arabika, sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, tertarik mengembangkan penulisan pada topik kuliner dan lifestyle, serta mempunyai kesukaan pada bagian komunikasi digital.

(brl/tin)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net