Jangan Cuma Jalan Kaki! Kombinasi Olahraga Ini Ampuh Pangkas Risiko Diabetes

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Jangan Cuma Jalan Kaki! Kombinasi Olahraga Ini Ampuh Pangkas Risiko Diabetes ilustrasi(Magnific)

MEMILIH antara latihan aerobik (kardio) alias latihan kekuatan otot (beban) sering kali menjadi perdebatan di kalangan pecinta olahraga. Namun, riset medis terbaru menegaskan bahwa menggabungkan kedua jenis olahraga tersebut adalah kunci utama untuk menekan akibat penyakit kronis, khususnya diabetes jenis 2, hingga setengahnya.

Studi nan dipublikasikan dalam Journal of Science and Medicine in Sport menganalisis info kesehatan nyaris 8.000 peserta berumur 40–65 tahun dari proyek riset HABITAT di Brisbane, Australia, nan dipantau selama nyaris satu dekade.

Dampak Kombinasi Latihan Aerobik dan Penguatan Otot

Penelitian ini mengevaluasi tingkat kepatuhan peserta terhadap rekomendasi standar kesehatan bentuk dunia, ialah minimal 150 menit latihan aerobik sedang per minggu ditambah minimal 2 hari latihan penguatan otot per minggu:

Penurunan Risiko Diabetes: Peserta nan konsisten memenuhi kedua pedoman olahraga (kardio dan beban) mempunyai kesempatan 50% lebih rendah untuk terkena glukosuria jenis 2 dibandingkan mereka nan tidak memenuhi panduan.

Kesenjangan Jenis Olahraga: Sebanyak 40–50% peserta hanya rutin melakukan aktivitas aerobik seperti jalan kaki alias bersepeda, sementara nan rutin melakukan latihan kekuatan otot hanya berkisar 12–23%.

Manfaat Kronis Lainnya: Selain diabetes, kombinasi kedua latihan ini juga menunjukkan tren positif dalam menekan akibat hipertensi, penyakit jantung, dan kanker.

Para mahir menekankan bahwa latihan aerobik sangat baik untuk kesehatan sistem kardiovaskular dan pembakaran kalori, sedangkan latihan beban krusial untuk meningkatkan sensitivitas insulin serta menjaga massa otot nan membantu pengontrolan kadar gula darah.

Tips Praktis Memulai Rutin Kombinasi Olahraga

Untuk mempermudah masyarakat menerapkan rutinitas ini tanpa merasa terbebani, para master memberikan rekomendasi langkah praktis:

  • Bagi Durasi Latihan: Lakukan aktivitas aerobik ringan secara bertahap, seperti melangkah kaki 20 menit saat makan siang alias memilih tangga alih-alih eskalator.
  • Manfaatkan Beban Tubuh (Body-Weight): Latihan kekuatan tidak kudu menggunakan perangkat gimnasium mahal. Gerakan dasar seperti push-up, squat, lunge, dan plank efektif membangun massa otot.
  • Prioritaskan Pemulihan: Berikan jarak waktu rehat nan cukup antar sesi agar jaringan otot dapat pulih secara optimal dan terhindar dari cedera.

(Eatingwell/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia