Jangan Asal! Simak Tahapan Bermain Anak sesuai Usia Menurut Ahli

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Jangan Asal! Simak Tahapan Bermain Anak sesuai Usia Menurut Ahli Tahapan bermain anak usia 0-15 tahun berasas metode Montessori.(Dok. Magnific)

PSIKOLOG klinis dan keluarga, Pritta Tyas M. (Psi) menekankan pentingnya menyesuaikan aktivitas bermain dengan fase perkembangan usia anak. Berdasarkan riset Maria Montessori, pembagian tahapan bermain bermaksud agar aktivitas tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan stimulasi tumbuh kembang nan terukur.

Pritta menjelaskan bahwa untuk anak hingga usia delapan tahun, konsentrasi utama adalah kebutuhan mobilitas fisik. Pada fase ini, anak disarankan untuk bergerak alias berolahraga setidaknya 180 menit dalam sehari. Jenis permainan nan paling efektif adalah permainan motorik nan melibatkan aktivitas tangan secara langsung.

"Dokter Maria Montessori bilang, sesuatu nan anak mainkan dengan tangan itu nan bakal masuk dalam memori dan kognitifnya," ujar Pritta dalam sesi bincang-bincang di Jakarta, Jumat (5/6).

Memasuki rentang usia sembilan hingga 15 tahun, kebutuhan anak bergeser pada hubungan dengan kawan sebaya (peers). Aktivitas seperti bermain bola, memasak, alias membikin kerajinan tangan menjadi krusial untuk melatih keahlian sosial dan kerja sama. Meski penggunaan perangkat digital diperbolehkan agar anak melek teknologi, Pritta mengingatkan perlunya pedoman orang dewasa dan batas waktu nan ketat.

Ia menyarankan lama bermain pada usia remaja ini dibatasi maksimal 60 hingga 90 menit per hari guna menerapkan kedisiplinan. "Jangan sampai anak terbiasa makan sembari main game, misalnya," tambah Co-founder Bumi Nusantara (BN) Montessori tersebut.

Lebih lanjut, Pritta menekankan peran orang tua sebagai mitra eksplorasi melalui teknik scaffolding alias pemberian support nan tepat tanpa mendikte hasil akhir. Kehadiran orang tua nan mendampingi tanpa menghakimi dinilai sebagai modal berbobot untuk membangun kepercayaan diri dan resiliensi anak.

Ringkasan Tahapan Bermain:

  • Usia 0-8 Tahun: Fokus pada aktivitas fisik/motorik (minimal 180 menit/hari).
  • Usia 9-15 Tahun: Fokus pada hubungan sosial dengan kawan sebaya (dibatasi 60-90 menit/hari).
  • Peran Orang Tua: Memberikan support (scaffolding) dan membangun bonding. (Z-10)
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑