Jakarta, CNN Indonesia --
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengakui rumah di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, Jawa Barat nan digeledah oleh kepolisian adalah kediaman pribadinya.
Sebelumnya, interogator Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri menggeledah rumah tersebut mengenai kasus dugaan tindak pidana pencucian duit dan korupsi dalam perkara batu bara hingga Asabri.
"Yang kedua tentang rumah Sentul, ya, itu memang rumah pribadi Jampidsus nan sudah sejak lama. Itu bisa dilihat gimana proses kepemilikan sejak awal, ya," kata Febrie dalam konvensi pers di Kejagung, Jumat (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Febrie juga merespons soal temuan duit tunai dalam penggeledahan tersebut.
Sebagai informasi, dalam penggeledahan itu polisi menyita emas batangan seberat 74 kg dan duit tunai pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat hingga dolar Singapura. Jika ditotal nilainya mencapai Rp 476 miliar.
Selain itu, polisi juga menyita peralatan bukti berupa ponsel hingga foto family nan diduga pemilik rumah
"Dan mengenai uang, tadi kan sudah saya jelaskan nan ditemukan, bahwa itu ada pemilik, ya, bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga penerima kegiatan, itu bisa juga ditanya, kemudian juga ada beberapa aktivitas gedung nan bisa dicek," tutur dia.
Febrie menegaskan bahwa peralatan bukti nan ditemukan kepolisian itu bisa dipertanggungjawabkan.
"Semua kami percaya dapat dipertanggungjawabkan dengan benar. Tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini, melalui forum aktivitas mungkin nan sudah sesuai prosedur hukum," ujarnya.
Sebelumnya, pada Rabu (8/7), interogator campuran kepolisian menggeledah 12 letak dalam investigasi kasus tersebut. Dua titik di antaranya adalah kafe d'Clan Signature dan money changer di Cipete.
Rincian 12 letak itu adalah: PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat; PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah kerabat MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan; kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.
Kemudian Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, rumah kerabat TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG / CP, Kuningan, Jakarta Selatan.
Lalu PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah kerabat DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudari MILDK, Apartement Pacific Place dan sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.
Sejumlah peralatan bukti berupa duit tunai dengan beragam pecahan mata uang, seperti dolar AS dan Singapura, hingga emas batangan puluhan kilogram (kg) diamankan kepolisian dari penggeledahan sepanjang Rabu kemarin.
Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menerangkan penggeledahan ini dilakukan dalam rangka investigasi tiga perkara. Kata dia, kasus ini ditangani berbareng Polda Metro Jaya dengan sistem joint investigation.
"Penanganan perkara korupsi dan pencucian duit pada proses penanganan norma terhadap perkara PLN BB, kemudian Asabri tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025," tutur dia ke wartawan di letak penggeledahan di Cipete.
(tfq/dis/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·