Pemerintah Kota Bandung sekarang tengah mengusulkan area jalan Asia-Afrika, agar ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dengan mengatakan bahwa usulan ini telah diajukan kepada pemerintah pusat sejak Agustus 2025 lalu. Kini, usulan tersebut tengah dalam proses kajian.
"Kami mengusulkan agar memulai proses mendaftarkan area jalan Asia-Afrika dari Simpang Lima hingga ruas Otista sebagai area Warisan Dunia dari UNESCO," kata Farhan, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Farhan, area nan diusulkan tak hanya mencakup ruas jalan, tetapi juga sejumlah gedung berhistoris berbobot penting, termasuk Gedung Dwi Warna.
Pemkot Bandung juga menargetkan dalam empat tahun ke depan, area tersebut dapat masuk sebagai kandidat resmi Warisan Dunia UNESCO.
"Prosesnya memang panjang, kami kudu memastikan bahwa ada kajian dan kajian nan sangat tajam dan kuat secara akademis untuk menentukan wilayah Asia-Afrika ini sebagai area nan layak," katanya.
Untuk itu, demi mewujudkan area jalan Asia-Afrika menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Pemkot Bandung bakal melakukan penataan, termasuk revitalisasi Simpang Lima, serta perbaikan gedung nan mengalami kerusakan akibat vandalisme.
"Kami juga bakal berkoordinasi dengan pemilik gedung, agar dapat difungsikan secara optimal dan mendukung area ini sebagai destinasi bersejarah," tutur Farhan.
Ke depannya, Farhan juga mengatakan bahwa area jalan Asia-Afrika bakal menjadi perhatian, terutama mengenai beragam penyelenggaraan kegiatan.
"Keberlanjutan aktivitas di area tersebut juga menjadi perhatian, salah satunya melalui penyelenggaraan beragam aktivitas untuk menjaga daya Tarik, dan nilai historis area jalan Asia-Afrika," pungkas Farhan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·