Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |18:37 WIB

Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya Ingatkan Risiko: Belajar dari Pengalaman Brasil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau pemerintah wilayah agar jeli dan berhati-hati dalam merencanakan publikasi obligasi daerah. Dia menekankan bahwa akibat kegagalan pemenuhan tanggungjawab utang di tingkat wilayah dapat berakibat sistematis terhadap stabilitas fiskal pemerintah pusat.
Adapun perihal itu lantaran Purbaya merespons wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta nan berencana menerbitkan obligasi daerah. Hingga saat ini, Kementerian Keuangan belum menerima arsip pengajuan resmi mengenai rencana tersebut.
“Dia belum mengirim surat ke kami secara resmi, jadi saya gak tahu sebetulnya,” kata Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Purbaya mengingatkan setiap Pemda untuk mengkalkulasi ulang kapabilitas daya kembali bayar sebelum memutus penarikan utang. Ia mengambil ikhtibar dari krisis fiskal di Brasil, di mana pemisahan publikasi surat utang negara bagian dari pemerintah pusat justru berujung pada kandas bayar (default) massal nan menuntut intervensi pemerintah pusat.
"Kalau kita lihat pelajaran di Brasil dulu daerah-daerahnya boleh, provinsi boleh mengambil surat utang, dianggapnya terpisah sama pusat. Namun ketika default ramai-ramai nan tunjuk pusat juga,” ujar Purbaya.
Purbaya juga menekankan perlunya mitigasi sejak awal agar beban tanggungjawab Pemda tidak memicu masalah fiskal makro bagi perekonomian nasional.
“Begitu problem, itu jadi besar. Akhirnya negaranya jadi terganggu juga. Jadi itu nan kita cegah sebisa mungkin,” tegasnya.
Meski demikian, Purbaya tidak menutup opsi publikasi obligasi bagi Pemprov DKI Jakarta, selama rencana tindakan tersebut didasari oleh kajian kebutuhan objektif dan kondisi riil fiskal daerah.
“Nanti kita lihat seperti apa, tetapi basically hitungan saya sih jika uangnya banyak, ya ngapain pinjam? Tapi jika butuh ya gak apa-apa pinjam aja,” ungkap dia.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·