Jakarta menorehkan prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) tahun 2026 berasas laporan Global Residence Index. Merespons perihal tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan bakal terus memperkuat program unggulan 'Jaga Jakarta untuk Indonesia'.
Dalam laporan tersebut, Jakarta menduduki ranking kedua dengan skor keamanan 0,72. Posisi ini menempatkan Jakarta di atas kota-kota besar lain seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila, serta hanya berada satu tingkat di bawah Singapura.
"Prestasi ini adalah hasil nyata dari komitmen kolektif kita semua. Namun, predikat ini tidak boleh membikin kita lengah. Justru, ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat program 'Jaga Jakarta' agar stabilitas keamanan ini terus terjaga dan berkelanjutan," ujar Irjen Asep di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menindaklanjuti perihal tersebut, Irjen Asep kembali memberikan petunjuk kepada seluruh jejeran di jejeran Polres hingga Polsek. Ia menekankan bahwa pengamanan tidak boleh berkarakter statis, melainkan kudu bergerak melalui kerjasama lintas sektoral dengan Pemprov DKI, TNI dan seluruh stakeholder lainnya, juga dengan seluruh unsur masyarakat.
"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan sigap berpuas diri. Perkuat sinergi dengan seluruh komponen masyarakat. Keamanan nan kita capai hari ini kudu dijaga dengan kerjasama nan lebih erat, lebih terukur, dan lebih terkoordinasi di lapangan," tegas Irjen Asep.
Jenderal bintang dua ini juga meminta jajarannya untuk menjadi motor penggerak dalam memfasilitasi komunikasi antarwarga guna meredam setiap potensi bentrok sejak dini.
"Pastikan setiap personel bergerak dalam satu gelombang dan satu komando. Sinergi dengan ormas, mitra keamanan, hingga tokoh masyarakat kudu ditingkatkan. Kita kudu datang di tengah masyarakat bukan hanya untuk mengamankan, tapi untuk memastikan rasa kondusif itu betul-betul dirasakan hingga ke tingkat RT dan RW," tambahnya.
Irjen Asep menjelaskan bahwa tingginya skor keamanan Jakarta juga berakar pada support masif dari seluruh komponen masyarakat. Komitmen ini tercermin melalui Deklarasi Kamtibmas nan digelar beberapa waktu lalu. Poin-poin deklarasi tersebut meliputi:
Satu, berbareng Polri menolak dengan tegas segala corak tindakan pemberontak dan pengerusakan serta perusuh masyarakat.
Dua, mendukung tindakan tegas Polri dalam upaya terciptanya situasi nan aman, tertib dan kondusif.
Tiga, siap melaporkan segala corak ancaman dan tindakan tindakan pemberontak dan pengerusakan serta perusuh masyarakat.
Empat, siap mendukung program-program Presiden untuk meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.
Lima, siap berbareng jaga lingkungan, jaga warga, jaga aturan, dan jaga amanah dalam jaga Ibu kota Jakarta untuk Indonesia.
Kapolda Metro Jaya mengingatkan bahwa konsistensi adalah tantangan utama dalam mempertahankan predikat kota teraman. Melalui program 'Jaga Jakarta', dia meminta semua pihak untuk menjunjung tinggi etika di ruang publik maupun digital.
"Kekuatan Jakarta tidak hanya terletak pada gedung-gedungnya saja, tetapi pada warganya nan tertib dan peduli. Mari kita jaga etika di ruang publik dan ruang digital. Saring info sebelum dibagikan agar tidak memicu provokasi," jelasnya.
Irjen Asep menegaskan bahwa stabilitas Jakarta adalah prioritas utama demi kepentingan nasional. Hal ini sesuai dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan selalu menekankan pentingnya stabilitas. Karena itu, dia membujuk semua untuk tetap solid dan bekerja sama menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.
"Mari kita jaga momentum ini. Jakarta adalah wajah bangsa. Dengan menjaga wilayah kita dari beragam potensi ancaman, kita memastikan Jakarta selalu stabil, aman, dan tertib untuk Indonesia," pungkas Irjen Asep.
Simak juga Video: Pramono Targetkan Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global di 2030
(haf/hri)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·