Taufik Fajar
, Jurnalis-Senin, 01 Juni 2026 |20:27 WIB

Hilirisasi Ayam (Foto: Okezone)
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berbareng BUMN pangan memperkuat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari strategi menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan.
Melalui integrasi upaya dari hulu hingga hilir, program ini dirancang untuk memperkuat peternak rakyat, menciptakan kepastian pasar, serta membangun ekosistem produksi pangan nan berkepanjangan di luar Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan proyek strategis nasional nan dipantau langsung pemerintah pusat lantaran menyangkut pembangunan industri peternakan rakyat jangka panjang.
“Ini bukan main-main. Ini adalah proyek strategis nasional nan memang dijaga untuk membangun ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat,” ujar Agung dalam rapat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dikutip, Senin (1/6/2026).
Menurut Agung, swasembada pangan tidak cukup hanya dicapai melalui peningkatan produksi, tetapi juga kudu dijaga keberlanjutannya melalui penguatan ekosistem upaya nan bisa memberikan kepastian bagi peternak rakyat untuk terus berproduksi dan berkembang dalam jangka panjang.
Menurut Agung, Sulawesi Selatan dipilih sebagai salah satu dari lima provinsi prioritas pengembangan hilirisasi ayam nasional lantaran mempunyai pedoman peternakan rakyat nan kuat serta support jagung sebagai bahan baku pakan.
Kabupaten Bone ditetapkan sebagai letak utama lantaran dinilai mempunyai kesiapan ekosistem dan support pemerintah wilayah nan kuat.
“Kalau Bone berhasil, Insya Allah tempat lain berhasil,” kata Agung.
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·