Jakarta -
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia telah secara resmi merilis agenda operasional haji 2027 alias musim haji 1448 Hijriah. Jadwal operasional ini menjadi pedoman utama untuk setiap tahapan krusial bagi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji mendatang.
Seluruh rangkaian agenda operasional haji 2027 mulai dipersiapkan sejak pertengahan tahun 2026 hingga bersambung ke penyelenggaraan pada tahun 2027. Mengetahui perincian waktu pelaksanaannya sangat krusial agar seluruh proses persiapan administratif dapat melangkah dengan lancar dan tidak ada tahap nan terlewat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persiapan Awal di Tahun 2026
Fase persiapan penyelenggaraan haji 1448 H diawali pada pertengahan tahun 2026 dengan agenda pengaturan administratif dan akomodasi. Berikut adalah agenda komplit pelaksanaannya di tahun 2026:
- 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 H): Tahapan penerimaan arsip pengaturan awal dan agenda Musim Haji 1448 H.
- 30 Juni 2026 (15 Muharram 1448 H): Mulai tahap pengisian preferensi akomodasi di Makkah dan Madinah, nan meliputi distrik, jenis hotel alias lodge, dan ranking bintang.
- 15 Juli 2026 (1 Safar 1448 H): Dimulainya aktivasi transfer biaya menuju dompet elektronik Nusuk Masar, penunjukan maskapai penerbangan, dan penentuan pintu masuk udara.
- 29 Juli 2026 (15 Safar 1448 H): Dimulainya tahapan konfirmasi retensi kemah, perjanjian paket komprehensif, dan pengarsipan perjanjian pikulan udara. Pada tanggal ini juga dimulai preferensi pengedaran kartu Nusuk serta penyelesaian input preferensi akomodasi.
- 13 Agustus 2026 (30 Safar 1448 H): Menjadi waktu berakhirnya konfirmasi retensi kemah sekaligus pemisah akhir dari penambahan operator perjalanan haji baru.
- 14 Agustus 2026 (1 Rabiulawal 1448 H): Mulainya aktivitas rapat persiapan, preferensi pergerakan jemaah, penyusunan perjanjian jasa medis dan media, pengunggahan info jemaah alias delegasi, dan pemisah akhir rencana bisnis.
- 26 September 2026 (15 Rabiulakhir 1448 H): Ditandai sebagai pemisah akhir pengumuman pendaftaran haji, penunjukan maskapai, perjanjian jasa medis dan media, serta tahapan unggah info personil Kantor Urusan Haji.
- 8 November 2026 (28 Jumadilawal 1448 H): Tahap penandatanganan Perjanjian Pengaturan Urusan Haji dan perjanjian preferensi pergerakan jemaah. Tanggal ini juga merupakan pemisah akhir arsip perjanjian maskapai.
- 24 Desember 2026 (15 Rajab 1448 H): Merupakan tenggat waktu pemisah akhir transfer biaya untuk perjanjian paket komprehensif dan penyetoran menuju dompet elektronik Nusuk Masar.
Jadwal Lanjutan Hingga Kedatangan Jemaah 2027
Setelah pergantian tahun, tahapan penyelenggaraan bakal beranjak pada pemrosesan arsip perseorangan jemaah, publikasi visa, hingga penyambutan di Arab Saudi. Berikut adalah agenda lanjutannya pada tahun 2027:
- 23 Januari 2027 (15 Syakban 1448 H): Penetapan pemisah akhir untuk perjanjian paket komprehensif melalui platform resmi Nusuk Masar.
- 28 Januari 2027 (20 Syakban 1448 H): Menjadi pemisah akhir pengunggahan info jemaah, masa training wajib, serta sertifikat profesional. Penerbitan visa juga bakal dimulai pada tahap ini.
- 9 Maret 2027 (1 Syawal 1448 H): Penetapan pemisah akhir untuk publikasi visa serta penerimaan izin membawa obat-obatan lewat platform Nusuk Masar.
- 8 April 2027 (1 Zulkaidah 1448 H): Menjadi pemisah akhir pengajuan permohonan pembatalan visa. Pada tanggal ini, tahapan mulai kehadiran jemaah resmi dibuka.
- 27 April 2027 (20 Zulkaidah 1448 H): Dimulainya aktivitas kunjungan inspeksi area kemah nan dilakukan berbareng pihak perusahaan penyedia jasa dari Saudi.
(kny/jbr)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·