Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Cholil Nafis, optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat melangkah lancar. Meski, terdapat beragam tantangan, terutama tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia).
Harapan tersebut disampaikan Cholil Nafis setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, Selasa (12/5).
“Harapan saya, mudah-mudahan penyelenggaraan haji ini melangkah dengan lancar lantaran menyelenggarakan haji ini bukan perihal nan mudah lantaran ada hubungannya dengan negara lain,” ujar Cholil Nafis.
Menurutnya, tantangan penyelenggaraan haji Indonesia cukup besar lantaran kebanyakan jemaah merupakan lansia, sementara ibadah haji memerlukan kesiapan bentuk nan baik. Meski demikian, dia optimistis seluruh proses penyelenggaraan dapat melangkah sesuai rencana.
Cholil menilai koordinasi nan dilakukan Kementerian Haji dan Umrah berbareng pemerintah Arab Saudi telah melangkah baik. Ia juga menyebut skema pelayanan nan disiapkan sudah dirancang lebih ramah terhadap kebutuhan jemaah lansia.
“Saya punya kepercayaan dengan dikoordinir oleh Gus Irfan, Kementerian Haji dan Umrah ini melangkah dengan baik lantaran kita sudah membikin sebuah setting penyelenggaraan ibadah haji nan ramah lansia. Tentu kita harapkan dari semua proses ini menjadi haji mabrur,” ungkapnya.
Selain kelancaran ibadah, Cholil berambisi para jemaah haji Indonesia dapat membawa akibat positif setelah kembali ke Tanah Air. Menurutnya, predikat haji mabrur tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga memberikan faedah bagi masyarakat luas.
“Setelah pulang membawa haji mabrur bukan hanya pada dirinya, tapi mabrur memberikan kebaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saya mendoakan mudah-mudahan melangkah dengan lancar,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan penyelenggaraan haji hingga saat ini tetap melangkah sesuai rencana dan ketentuan nan berlaku.
“Melihat dari skema, rencana, prosesnya sudah melangkah baik, on the track, secara syar'i sudah benar, secara peraturan juga sudah benar, koordinasinya pun dengan pemerintah Arab Saudi juga sudah baik. Mudah-mudahan tidak ada halangan dan melangkah dengan lancar," ucapnya.
Apa Itu Musyrif Diny?
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) telah memberangkatkan lebih dari 30 orang sebagai Musyrif Diny.
Cholil Nafis, nan merupakan salah satu Musyrif Diny, menjelaskan, jika Musyrif Diny adalah pihak nan ikut serta menentukan kebijakan sesuai syariah dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Seperti murur, gimana nan sesuai? Dari syariahnya seperti apa? Kemudian dilaksanakan dalam praktiknya,” ucap Cholil Nafis.
Cholil menerangkan Musyrif Diny ini bakal ikut serta memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dan para pemuka kepercayaan islam baik laki-laki maupun wanita bakal ditempatkan di sektor-sektor jemaah haji Indonesia.
“Karena kudu mengarahkan para pembimbing haji, mengarahkan jemaah. Jadi kan masing-masing kloter sudah ada pembimbing, apalagi travel sudah ada pembimbing. Sebenarnya akhirnya untuk menyatukan pendapat nan rajih (lebih berbobot) nan mau diambil,” terangnya.
“Maka musyrif diny-lah nan bakal menjadi pemberi fatwanya, pemberi pendapatnya untuk dipakai oleh kita semua,” tandasnya.
Berikut nama-nama Musyrif Diny nan telah diberangkatkan Kemenhaj menuju tanah suci nan nantinya berkedudukan di tiap-tiap sektor dan wilayah kerja (daker) Makkah dan Madinah:
Abdulloh Kafabihi Machrus Aly
Cholil Nafis
M. Asrorun Niam
Buya Gusrijal
Liliek Noer Chalida
Hindun Anisah
Muhammad Ziyad
Misbahul Munir
Sholahudin Masruri
Rohimi Zamzam
Umaimah Wahid
Syafrida Hani
Nur Ahmad
Achmad Subaidi Affan
Moh. Ayyub Mustofa
Muhammad As'Ad Ilyas Khotib
Julian Lukman
Shodiqul Amin
Afharrozi
Aries Dwi Choiron
Haris Muslim
Afifuddin
Muhyidin Thohir
Saiful Islam
Faturahman Kamal
Fahmi Amrullah
Ihsan Kamil
Sari Damayanti
Sabela
Siti Badiah
Tgk Muhammad Ali
Neyla Saida Anwar
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·