Istana Ungkap Alasan Said Iqbal jadi Penasihat Khusus Presiden

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Istana Ungkap Alasan Said Iqbal jadi Penasihat Khusus Presiden Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Dok. Antara)

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo (Mensesneg) Hadi mengungkapkan argumen di kembali penunjukan tokoh pekerja Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakeran dan Kesejahteraan Buruh. Langkah tersebut diharapkan menjadi jalur komunikasi nan lebih langsung dan efektif antara pemerintah dengan kalangan pekerja.

Kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Prasetyo mengatakan, penunjukan itu didasarkan pada rekam jejak Said Iqbal nan selama ini dikenal aktif memperjuangkan beragam rumor ketenagakerjaan dan perburuhan.

"Sebagaimana nan kita ketahui bersama, Saudara Said Iqbal rekam jejaknya selama ini memang berkecimpung alias memperjuangkan mengenai ketenagakerjaan terutama mengenai isu-isu perburuhan," kata Prasetyo, Senin (8/6). 

Menurut dia, Prabowo berambisi kehadiran Said Iqbal di lingkaran pemerintahan dapat memperkuat komunikasi dengan golongan pekerja. Pemerintah mau beragam aspirasi nan selama ini berkembang di kalangan pekerja dapat tersampaikan dan dibahas secara lebih intens.

Prasetyo menjelaskan, penunjukan tersebut juga berangkaian dengan pendapat pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh nan pernah mencuat pada peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day 2025. Setelah melalui kajian, pemerintah menilai tujuan nan hendak dicapai melalui majelis tersebut dapat diwujudkan melalui sistem lain nan dinilai lebih efektif.

"Bapak Presiden kemudian memutuskan untuk mengangkat salah satu tokoh pekerja menjadi penasihat beliau di bagian ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh," ujarnya.

Dengan begitu, pemerintah berambisi hubungan antara negara dan pekerja tidak terjebak dalam prosedur nan berbelit. Kehadiran penasihat unik dari kalangan pekerja diharapkan bisa menciptakan ruang perbincangan nan lebih terbuka, cepat, dan responsif terhadap beragam persoalan ketenagakerjaan.

Prasetyo menegaskan, prinsip nan mau dicapai tetap sama, ialah memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan memastikan aspirasi pekerja mendapat perhatian pemerintah. Terlebih, perihal itu dinilai krusial di tengah tantangan ekonomi nan tetap dihadapi saat ini.

"Secara prinsip nan diharapkan adalah sama, terjadi komunikasi nan jauh lebih cair, jauh lebih intens, tidak birokratis, di dalam perihal sekali lagi kita bersama-sama memperjuangkan apa nan selama ini diharapkan oleh kawan-kawan buruh, apalagi dalam situasi kondisi ekonomi nan sekarang ini," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑