Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pemerintah terus memantau penanganan akibat dari gempa bumi 7,7 M nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pras mengatakan laporan mengenai kondisi dan penanganan di lapangan diterima setiap hari, mulai dari para menteri, Basarnas, hingga BNPB.
“Jadi nan krusial adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan,” jelas Pras di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Pras juga mengapresiasi support nan dikirimkan oleh pemerintah wilayah dari beragam wilayah. Salah satunya support dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami juga mengapresiasi lantaran banyak pemerintah provinsi, pemerintah wilayah nan lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita nan terkena musibah,” kata Pras.
Sementara itu, sejumlah menteri telah berada alias dijadwalkan menuju NTT untuk memandang langsung kondisi di lapangan dan penanganan akibat gempa. Pras mengatakan pemerintah juga sedang merencanakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak.
Menurut dia, kunjungan Presiden ke letak musibah memerlukan persiapan dan sarana pendukung nan lebih besar dibandingkan kunjungan biasa. Karena itu, pada fase awal setelah bencana, pemerintah memilih memastikan penanganan persoalan di lapangan melangkah terlebih dahulu.
“Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih konsentrasi mengatasi masalah terlebih dahulu. Karena kehadiran seorang Presiden tentu memerlukan persiapan dan sarana-sarana nan tidak seperti kunjungan biasa,” ujar Pras.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·