Pemerintah Israel menyetujui kesepakatan pembelian dua skuadron jet tempur dari Amerika Serikat (AS) pada Minggu (3/5). Paket ini mencakup F-35 dari Lockheed Martin dan F-15IA dari Boeing nan nilainya mencapai puluhan dolar AS.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan sebagian besar anggaran tersebut juga bakal digunakan untuk meningkatkan produksi persenjataan dalam negeri agar tidak berjuntai pada negara lain.
"Israel lebih kuat dari sebelumnya, dan Israel kudu selalu jauh lebih kuat dari musuh-musuhnya," ujarnya kepada Reuters.
"Ini bakal memperkuat kelebihan udara Israel nan luar biasa," tambahnya.
Netanyahu juga menegaskan kesiapan militer Israel untuk menjangkau wilayah jauh, termasuk Iran.
"Pilot kami dapat mencapai mana pun di langit Iran dan siap melakukannya jika diperlukan," katanya.
Dilansir AFP, Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut pengadaan ini menjadi bagian krusial dari strategi jangka panjang militer Israel.
"Pengadaan F-35 dan F-15IA menjadi pusat dari rencana 'Shield of Israel' untuk memastikan kelebihan militer jangka panjang," ungkapnya.
Ia juga menilai bentrok terbaru dengan Iran menunjukkan pentingnya kekuatan udara dan hubungan strategis dengan AS.
Selain membeli jet tempur, Netanyahu juga berencana meningkatkan produksi persenjataan dalam negeri dengan tambahan anggaran pertahanan hingga 350 miliar shekel alias sekitar USD 118 miliar (sekitar Rp 2 triliun) dalam satu dasawarsa ke depan.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, termasuk bentrok di Gaza dan konfrontasi dengan Iran serta golongan Hizbullah di Lebanon selatan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·