Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Israel dan Belanda memanas setelah otoritas Alkmaar melarang suporter klub sepak bola Israel, Hapoel Be'er Sheva, menghadiri pertandingan melawan AZ Alkmaar di Liga Europa. Israel mengecam keputusan tersebut dengan argumen larangan itu justru menghukum korban ancaman kekerasan.
Kementerian Luar Negeri Israel melontarkan kritik pada Senin (12/10/2026) malam setelah otoritas Alkmaar menegaskan kembali larangan bagi pendukung tim Israel untuk menyaksikan pertandingan nan dijadwalkan berjalan pada 15 Oktober 2026. Pemerintah setempat menyebut aspek keamanan sebagai argumen di kembali keputusan tersebut.
"Dua tahun setelah penduduk Israel diburu di jalanan Amsterdam, tanggapan Belanda justru melarang para korban, bukan para pelakunya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu (14/10/2026).
Kementerian tersebut menilai keputusan Alkmaar bertentangan dengan prinsip dasar dan semangat olahraga. Israel juga menuduh kebijakan itu "memberikan hadiah kepada pihak-pihak nan melontarkan ancaman dan menghasut kekerasan".
Lebih jauh, kementerian itu mengeklaim serangan terhadap penduduk Israel dipicu oleh hasutan anti-Israel dari sejumlah politikus dan tokoh publik Belanda. Namun, pernyataan tersebut merupakan tuduhan dari pihak Israel dan tidak disertai bukti tambahan dalam pernyataan nan dipublikasikan.
Israel juga mengaitkan larangan suporter tersebut dengan boikot terhadap Kontes Lagu Eurovision. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut kedua peristiwa itu sebagai "noda lain bagi Belanda".
Dalam pernyataan nan sama, Israel apalagi menuduh Belanda semakin menjadi salah satu pusat utama antisemitisme di dunia. Belum ada tanggapan dari pemerintah Belanda nan tercantum dalam laporan sumber mengenai kecaman tersebut.
Larangan ini menambah ketegangan di luar lapangan olahraga, dengan rumor keamanan, bentrok politik, dan tuduhan antisemitisme turut membayangi pertandingan Hapoel Be'er Sheva melawan AZ Alkmaar.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·