Israel Gempur Gaza, Pejabat Tinggi Pertahanan Hamas Tewas

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan udara Israel pada Minggu (26/7/2026) menewaskan seorang pejabat senior dinas keamanan internal nan dikelola Hamas di Jalur Gaza beserta seorang rekannya.

Keduanya menjadi sasaran saat melintas menggunakan kendaraan di Deir Al-Balah, Gaza tengah, menurut petugas medis dan pejabat kepolisian setempat.

Mengutip Reuters Minggu (26/7/2026), korban tewas diidentifikasi sebagai Kolonel Wael El-Ledawi, kepala dinas keamanan internal Hamas di Gaza tengah, serta Mayor Ramez Abu Zraiq. Informasi tersebut disampaikan oleh petugas medis dan Kementerian Dalam Negeri nan dikelola Hamas.

Militer Israel mengonfirmasi telah melakukan serangan terhadap seorang personil Hamas, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sasaran operasi tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah membunuh puluhan personil pasukan polisi nan dipimpin Hamas, termasuk pejabat senior, menuduh banyak dari mereka sebagai personil sayap bersenjata Hamas nan menimbulkan ancaman langsung terhadap Israel dan pasukannya di dalam Gaza.

Hamas mengatakan serangan Israel terhadap pasukan polisi dan markas besarnya bermaksud untuk menabur kekacauan dan kekacauan di wilayah tersebut dan melanggar gencatan senjata Oktober nan dimediasi AS antara Israel dan Hamas.

Kematian terbaru ini menambah jumlah korban jiwa menjadi lebih dari 1.190 penduduk Palestina, sebagian besar penduduk sipil, nan tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku, menurut pejabat kesehatan Gaza.

Meski gencatan senjata menghentikan pertempuran skala penuh, tetapi belum mengakhiri serangan Israel nan nyaris setiap hari terjadi. Empat tentara Israel dilaporkan tewas oleh militan di Gaza selama periode nan sama.

Israel secara efektif mengendalikan sekitar 64% dari Jalur Gaza, nan hancur akibat serangan militer Israel selama dua tahun setelah serangan Hamas tahun 2023 di Israel selatan.

Hampir seluruh 2 juta masyarakat Gaza sekarang tinggal di sebidang tanah sempit di pesisir, terutama di tenda-tenda darurat alias gedung nan rusak dan menghadapi kondisi nan mengerikan.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News