Berikut bunyi surat diduga ditulis korban nan sudah diterjemahkan dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia:
Mah, pa, teh, aa maafin Pian ya jika jarang bercerita alias ngobrol. Pian suka tidur terus, diem terus di kamar, belum bisa berpikir dewasa, mengecewakan keluarga. Maaf.
Yulia maafin a pian ya, makasih ya udah mau memperkuat selama setahun menemani. Mohon maaf jika di luar ekspektasi Yulia. Maafkan a Pian buat marah terus, kecewa terus.
Buat rekan kerja dapur, maafin saya banyak kurangnya, saya belum pantes mendapatkan posisi itu. Saya tidak bisa bekerja dengan semestinya. Maaf jadi beban kalian.
Untuk diri saya, maafin saya, jika saya penakut mental lemah, tidak pandai bersosial, pendiam, jadi beban orang lain, pemalu, mudah stres, mudah deg-degan, dipendam sendiri.
Terima kasih ya Allah, diberikan rezeki alias pekerjaan. Tapi saya tidak bisa menjalaninya, banyak ketakutan.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·