Isi Pertemuan Menhan dan Purnawirawan: Bahas Overflight Access-Pasukan UNIFIL

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Suasana pertemuan Menhan dan para purnawirawan pada Jumat (24/4/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar pertemuan dengan para jenderal purnawirawan TNI di Kantor Kemhan, Jakarta pada Jumat (24/4). Dalam forum ini, sejumlah rumor turut diangkat, mulai dari kerja sama luar negeri hingga perkembangan pasukan perdamaian Indonesia.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan kebijakan sekaligus menyerap masukan dari para senior.

“Kementerian Pertahanan berbareng dengan TNI melaksanakan aktivitas silaturahmi dengan para purnawirawan TNI sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi strategis antara generasi aktif dan para senior nan telah memberikan kontribusi besar bagi pertahanan negara,” kata Rico kepada wartawan usai pertemuan.

Ia menjelaskan, forum tersebut juga membahas perkembangan strategi pertahanan, termasuk penguatan postur TNI.

“Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk strategi pengembangan kekuatan TNI ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rico mengungkap bahwa rumor kerja sama dengan Amerika Serikat hingga rencana overflight access turut disampaikan oleh Menhan kepada para purnawirawan.

“Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie mengenai dengan aktivitas nan beliau lakukan, khususnya nan terakhir adalah berbareng dengan Secretary of War, Pete Hegseth beberapa waktu nan lalu. Itu disampaikan secara langsung kepada para purnawirawan,” kata dia.

Namun, Rico tak menyampaikan perincian mengenai gimana kelanjutan dari rencana overflight access yang belakangan jadi perbicangan. Juga komentar dari para purnawirawan nan datang mengenai dengan rumor itu.

Selain itu, perkembangan pasukan perdamaian Indonesia (UNIFIL) di Lebanon juga menjadi salah satu topik pembahasan. Rico menyebut perihal tersebut menjadi perhatian para purnawirawan, terutama mengenai pertimbangan ke depan.

“Termasuk, ya. Terkait dengan perkembangan pasukan perdamaian nan ada di, khususnya di Lebanon. Itu termasuk menjadi masukan-masukan dari para senior agar pertimbangan ke depannya bagaimana,” ujarnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Setjen Kemhan RI, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, saat memberikan keterangan di Kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Ia menambahkan, dinamika geopolitik area juga ikut menjadi bahan diskusi.

“Termasuk dengan perkembangan nan ada saat ini di Lebanon Selatan, maupun perkembangan geopolitik nan ada di Selat Hormuz. Itu menjadi bahan-bahan masukan dari para purnawirawan,” lanjutnya.

Menurut Rico, beragam masukan nan diberikan para purnawirawan bakal menjadi bagian dari pertimbangan dan penyempurnaan kebijakan pertahanan nasional.

“Ini adalah menjadi bagian daripada masukan-masukan dan info nan diterima dari para purnawirawan, para senior, dengan angan ke depannya itu bakal menjadi bagian dari pertimbangan maupun perbaikan ataupun masukan-masukan input dalam pengembangan kebijakan pertahanan negara,” tuturnya.

Ia juga menyebut respons para purnawirawan terhadap pemaparan Menhan dan Panglima TNI condong positif.

“Sebagian besar merasa mendapatkan info secara positif, ya. Sebagian besar mendapatkan responsif nan positif setelah mendapatkan penjelasan dari Pak Menhan maupun Bapak Panglima TNI kaitannya dengan pengembangan kekuatan ke depan,” pungkas Rico.

Dalam pertemuan ini, tampak sejumlah mantan Panglima hadir, seperti Jenderal Wiranto hingga Jenderal Andika Perkasa. Selain itu, ada pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan para Kepala Staf Angkatan datang pada pertemuan ini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan