Irma NasDem Usul Motor Listrik BGN Dijual Saja

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR sekaligus Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, menanggapi pertimbangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN), salah satunya pemanfaatan motor listrik nan sudah ada. Irma menilai sebaiknya motor listrik tersebut dijual.

"Motor listrik dimanfaatkan untuk apa? Mubazir saja menurut saya, lebih baik di jual lagi saja, lantaran rata-rata kepala SPPG punya motor," kata Irma kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Irma menilai pertimbangan terhadap insentif SPPG memang perlu disesuaikan dengan beban kerja masing-masing. Menurutnya, SPPG nan melayani pengedaran makanan dalam jumlah berbeda semestinya menerima insentif nan berbeda pula.

"Insentif SPPG memang kudu disesuaikan. nan pengedaran 3.000 dengan nan pengedaran 2.500 dan nan 2.000 memang kudu beda," ujarnya.

Irma juga mendukung agar program MBG lebih difokuskan kepada siswa nan membutuhkan. Dia menilai siswa TK, SD, SMP, hingga SMA nan berguru di sekolah elite tidak perlu menjadi sasaran program tersebut.

"Siswa TK, SD, SMP dan SMA di sekolah elite tidak perlu diberi MBG. Tapi untuk siswa SMA di wilayah miskin tidak apa-apa diberi MBG lantaran baik juga untuk meningkatkan keimunan tubuh," tuturnya.

Irma juga meminta BGN mengevaluasi izin operasional SPPG nan tidak memenuhi standar. Dia menegaskan SPPG nan menggunakan gedung sempit dan tak memungkinkan untuk direnovasi baiknya tak lagi dioperasikan.

"SPPG nan tidak memadai bangunannya nan menggunakan rumah nan pada dasarnya sempit dan tidak bisa direnovasi kanan kiri sudah semestinya dicabut izinnya," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak bakal disamaratakan lagi sebesar Rp 6 juta per hari. Ia menyebut pihaknya bakal menelaah info penerima faedah dari program MBG.

"Iya, iya (evaluasi insentif). Nanti itu termasuk. Setelah info penerima faedah itu fix, ya, kami harapkan kelak insentifnya nggak fix Rp 6 juta semua kan," ujar Arumsari.

Arumsari juga berbincang soal nasib motor listrik nan dianggarkan saat kepemimpinan eks Kepala BGN Dadan Hindayana. Arumsari menyebut produk nan sudah dianggarkan oleh negara semestinya bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Arumsari menyebut pemanfaatan peralatan nan telah dibeli oleh BGN sebagai salah upaya penyisiran anggaran. Jika tetap ada kekurangan, BGN bakal melengkapi sesuai dengan kebutuhan.

"Tapi prinsip secara umum saya nggak bicara satu-satu sih, kaus kakilah, motorlah, apa, nggak. Tapi prinsip secara umum nan sudah keluar di 2025, lantaran duit negara sudah keluar kudu kita maksimalkan pemanfaatannya itu," ujarnya.

(amw/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News