Rudal Iran.((Anadolu))
MILITER Iran menyatakan pada Rabu siap menyerang semua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah andaikan Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Pada Rabu (8/7) awal hari, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan tindakan Iran nan menargetkan kapal-kapal komersial nan melintasi Selat Hormuz.
“Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata nan berulang (oleh Amerika Serikat) menjadi tanggung jawab Amerika Serikat nan kriminal. Seluruh pangkalan mereka bakal menjadi sasaran nan sah untuk diserang menggunakan drone militer,” demikian pernyataan militer Iran nan dikutip instansi buletin resmi IRNA.
Militer Iran juga mengatakan telah menyerang sasaran di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta Pelabuhan Salman di Bahrain, nan berada dalam wilayah tanggung jawab Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.
Adapun Menurut Axios, serangan nan dilancarkan militer AS itu mengincar sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, titik peluncuran rudal jelajah anti-kapal dan pesawat nirawak, serta akomodasi pelabuhan di Iran.
Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Axios bahwa serangan terbaru ini lebih kuat empat hingga lima kali lipat dari serangan pada 10 hari lalu.
Adapun pada Selasa, laporan media nasional Iran IRIB menyebut sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, berupaya melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan support Angkatan Laut AS. Tetapi, kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan. PBS News melaporkan tiga kapal tanker tertembak proyektil di Selat Hormuz baru-baru ini. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·