Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat mengadakan konvensi pers di Kompleks Sa'dabad di Teheran, Iran, (19/2/2025).(Anadolu)
KEMENTERIAN Intelijen Iran mengumumkan keberhasilan operasi pengamanan dengan menangkap 17 orang nan dituduh terlibat dalam jaringan sabotase internasional. Para tersangka diduga bekerja sebagai tentara penghasilan untuk Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Berdasarkan laporan instansi buletin resmi Iran, IRNA, pada Selasa (23/6/2026), operasi penangkapan ini dilakukan di wilayah barat Iran. Langkah ini merupakan bagian dari pengetatan keamanan nasional nan tengah dilakukan pemerintah Teheran guna menangkal ancaman eksternal.
Kementerian Intelijen menjelaskan bahwa keberhasilan operasi ini berasal dari pemantauan intelijen nan intensif serta adanya laporan proaktif dari masyarakat. Fokus utama operasi berada di Provinsi Ilam, di mana otoritas sukses mengidentifikasi tiga orang nan diduga kuat sebagai pemimpin lapangan jaringan tersebut.
Daftar Barang Bukti nan Disita:
- 3 blok bahan peledak TNT
- 1 pucuk senapan Kalashnikov
- 1 butir granat
- Sejumlah senjata tajam (golok)
Para tersangka dituduh melakukan serangkaian aktivitas rawan nan menakut-nakuti stabilitas negara. Kegiatan tersebut mencakup perusakan akomodasi umum, tindakan pembakaran, penembakan, hingga pembuatan video propaganda nan bermaksud menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat.
Selain tiga pemimpin kelompok, 14 orang lainnya turut diamankan lantaran diduga berkedudukan sebagai personil aktif dalam sel sabotase tersebut. Hingga saat ini, identitas para tersangka tetap dirahasiakan oleh pihak berkuasa demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Penangkapan ini menandai meningkatnya kewaspadaan keamanan di Iran. Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas nan dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional, terutama nan mempunyai keterkaitan dengan jaringan intelijen asing di wilayah perbatasan. (Fer/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·