Warga bermohon di dekat foto almarhum Ayatullah Seyyed Ali Khamenei saat menghadiri aktivitas angan berbareng untuk para korban agresi Israel di Teheran beberapa waktu lampau di Kediaman Duta Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Kamis (05/3/2026). Pada kesempatan ter(Usman Iskandar/MI)
PEMERINTAH Iran tengah mempersiapkan rangkaian upacara pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, nan rencananya bakal digelar di tiga kota utama, ialah Teheran, Qom, dan Mashhad.
Wakil Wali Kota Teheran Bidang Sosial dan Budaya, Mohammad Amin Tavakolizadeh, mengatakan pihak berkuasa memperkirakan jutaan pelayat bakal menghadiri prosesi penghormatan terakhir tersebut.
Menurutnya, sekitar 15 hingga 20 juta orang diperkirakan bakal memadati ibu kota Iran selama rangkaian aktivitas berlangsung.
Tavakolizadeh menjelaskan bahwa prosesi pemakaman di Teheran bakal berjalan setidaknya selama 24 jam sebelum dilanjutkan ke Kota Qom dan kemudian Mashhad.
Ia menambahkan bahwa Mashhad kemungkinan bakal menjadi pusat kehadiran peziarah dari beragam negara, terutama dari area Asia Selatan, termasuk Pakistan, Afghanistan, India, dan Bangladesh.
Terkait letak peristirahatan terakhir Khamenei, Tavakolizadeh mengatakan keputusan tersebut telah disesuaikan dengan pesan dan kemauan keluarga.
"Sesuai dengan wasiat dan rekomendasi kerabat, tempat pemakaman Imam nan syahid (Ali Khamenei) bakal berada di sebelah makam suci Imam Reza," katanya dilansir CNN, Rabu (3/6).
Berdasarkan laporan Middle East Monitor, upacara pemakaman diperkirakan bakal dilaksanakan pada akhir bulan Dzulhijjah alias sekitar pertengahan Juni.
Ali Khamenei dilaporkan meninggal bumi pada 28 Februari setelah serangan udara nan disebut dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat menghantam kediamannya. Dalam kejadian tersebut, Khamenei dilaporkan wafat berbareng istrinya, seorang anaknya, serta menantunya.
Pelaksanaan pemakaman sempat mengalami penundaan lantaran situasi keamanan nan belum kondusif. Serangan nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus berjalan hingga awal April, sehingga penyelenggaraan prosesi pemakaman belum memungkinkan untuk dilakukan.
Saat ini, Amerika Serikat dan Iran diketahui berada dalam masa gencatan senjata. Meski demikian, perundingan tenteram nan sedang berjalan antara kedua negara hingga sekarang tetap belum menghasilkan kesepakatan final. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·