Sebuah drone buatan Iran dipamerkan di Alun-Alun Azadi, Teheran, pada 2 Agustus 2026. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada 1 Agustus bahwa Amerika Serikat dan Israel telah sepakat untuk menunda serangan baru terhadap Iran — asalkan kesepakatan untuk m(Atta KENARE / AFP)
IRAN menilai kebijakan hukuman nan berulang kali dijatuhkan Amerika Serikat tidak bakal menghasilkan tujuan nan diinginkan Washington. Teheran menyebut kebijakan tersebut telah kandas dan justru semakin menunjukkan tekanan AS terhadap masyarakat Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin (24/8) dalam konvensi pers mingguan, seperti dilaporkan instansi buletin semi-resmi Iran, Tasnim.
"Kegigihan Washington dalam metode nan kandas tidak menghasilkan apa pun selain membuktikan kebencian Amerika terhadap rakyat Iran, lantaran mereka tahu betul bahwa akibat langsung dari hukuman ini adalah pada penduduk biasa,” kata Baqaei kepada wartawan dilansir Anadolu, Senin (24/8).
Menurut Baqaei, penerapan hukuman serta tindakan intimidasi terhadap negara-negara lain untuk membatasi hubungan perdagangan bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas dan penghormatan terhadap kedaulatan nasional.
"Praktik terlarangan ini merupakan peringatan bagi organisasi internasional, lantaran tindakan berlebihan dan pelanggaran norma Amerika dalam hubungan internasional apalagi telah memicu protes dari sekutu dekatnya," sebutnya.
Baqaei menilai Washington semestinya mengevaluasi kembali kebijakan tersebut lantaran hukuman nan terus diberlakukan tidak menyelesaikan persoalan antara kedua negara.
Dalam konvensi pers nan sama, Baqaei juga menanggapi laporan mengenai kemungkinan Iran berasosiasi dalam Pakta Mekah. Ia mengatakan Iran sejauh ini belum menerima undangan resmi untuk menjadi bagian dari pakta tersebut. Namun, menurut Baqaei, telah ada pembicaraan mengenai keamanan regional dengan negara-negara nan terlibat.
Baqaei mengatakan Iran belum diminta untuk berasosiasi tetapi bahwa proposal telah diajukan untuk pembicaraan dengan negara-negara ini tentang keamanan regional. Pakta Mekah ditandatangani pada awal Agustus oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Kesepakatan tersebut bermaksud memperkuat kerja sama keamanan dan pertahanan kolektif sekaligus meningkatkan stabilitas kawasan.
Sementara itu, situasi keamanan di Timur Tengah semakin tegang sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan campuran terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah negara di area nan menjadi letak keberadaan aset militer AS. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·